“Polda Aceh memastikan hambatan tersebut tidak mengganggu target penyelesaian melalui pengawalan distribusi material, monitoring langsung, dan evaluasi berkala.”
Di sisi lain, fokus juga diberikan pada pemulihan konektivitas. Jembatan-jembatan yang hancur dibangun kembali, karena tanpa akses yang lancar, ekonomi lokal sulit bergerak. Hingga kini, Polri telah membangun 26 unit jembatan dengan berbagai tipe, dari Bailey hingga kayu dan gantung.
“Hingga saat ini, Polri telah membangun 26 unit jembatan, terdiri dari 4 jembatan Bailey, 13 jembatan kayu, dan 9 jembatan gantung,” paparnya.
Dampaknya langsung terasa. Menurut Marzuki, begitu konektivitas pulih, ada perubahan positif yang nyata. Pasar kembali ramai, distribusi hasil bumi lancar, dan biaya angkut pun turun. Semua itu memberi efek domino pada stabilitas pendapatan warga.
“Sejak konektivitas mulai pulih, terlihat perubahan positif secara psikologis dan ekonomi di tengah masyarakat,” urainya.
“Aktivitas pasar kembali hidup, distribusi hasil pertanian dan perikanan menjadi lancar, serta biaya transportasi menurun sehingga pendapatan masyarakat lebih stabil.”
Agar semua program tak melenceng, sistem pengawasan berlapis diterapkan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga verifikasi data penerima bantuan dilakukan bersama pemerintah daerah dan perangkat desa.
“Polda Aceh menerapkan sistem pengawasan berlapis sejak tahap perencanaan hingga evaluasi,” tegas Marzuki.
“Monitoring dilakukan langsung di lapangan, disertai laporan progres berkala, serta verifikasi data penerima bantuan bersama pemerintah daerah dan perangkat desa agar tepat sasaran.”
Pada akhirnya, ia menekankan bahwa kunci dari semua ini adalah kolaborasi. Tanpa sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan kementerian teknis, target pemulihan yang menyeluruh dan bermartabat akan sulit tercapai.
“Pemulihan pascabencana berjalan melalui sinergi kuat antara Polda Aceh, pemerintah daerah, TNI, Satgas PRR, dan kementerian teknis,” tutupnya.
“Kolaborasi yang solid ini memastikan pembangunan hunian dan jembatan berjalan efektif dan tepat sasaran.”
Artikel Terkait
Mengenal Uang Kartal dan Giral: Perbedaan Penerbit, Bentuk, dan Kekuatan Hukum
Proyek Jalan Desa di Pandeglang Rampung, Namun Bronjong Penahan Tanah Alami Penurunan
BTN Siapkan KPR Bundling, Biayai Rumah dan Perabotan dalam Satu Akad
Ibas Buka Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Jawa Barat