Jadi, intinya jelas. Ajang ini adalah upaya konkret untuk mengalihkan energi muda ke hal yang positif. Daripada tawuran atau balap liar di jalan, lebih baik saling adu kecepatan di lintasan yang aman dan diawasi.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, punya penjelasan serupa tapi dengan sudut pandang sedikit berbeda.
"Kami ingin menghadirkan ruang yang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan hobinya melalui kegiatan yang sehat. Dengan adanya lomba lari ini, anak-anak muda dapat menunjukkan prestasi, sekaligus bersama-sama menjaga ketertiban di jalan raya," ujar Kombes Jeki.
Memang, melihat langsung keramaian itu, kesannya lebih dari sekadar event olahraga. Ini seperti festival komunitas kecil-kecilan. Para pemuda berkumpul, bersaing sehat, dan masyarakat sekitar datang memberi dukungan. Sebuah pemandangan yang kontras dengan citra mencekam balap liar.
Pada akhirnya, langkah Polda Riau ini patut diapresiasi. Mereka tak cuma menertibkan, tapi juga menyediakan alternatif. Memberi wadah, bukan sekadar larangan. Dan untuk malam-malam di Kota Pekanbaru, teriakan semangat di lintasan lari tentu lebih indah didengar daripada deru mesin motor yang dibawa ugal-ugalan.
Artikel Terkait
NasDem Usulkan Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 7 Persen, Pengamat Kritik
ABK Kapal Sabu Dituduh Sindikat, Tuntutan Mati Dianggap Tak Proporsional
Pemerintah Perkirakan 160 Ribu Lowongan CPNS Dibuka pada 2026
Polisi Bongkar Jual Beli Bayi Rp 52 Juta via Medsos di Palembang