Malam itu, Jalan MH Thamrin di Pekanbaru tak seperti biasanya. Bukan deru motor yang memecah kesunyian, melainkan sorak-sorai riuh rendah. Ratusan orang berjejal di pinggir lintasan, matanya tertuju ke garis start. Inilah ajang lomba lari 100 meter yang digelar Polda Riau, dan suasana benar-benar hidup.
Pesertanya beragam banget. Dari orang dewasa serius dengan sepatu lari, sampai anak-anak kecil yang wajahnya penuh semangat. Mereka semua berkumpul, setiap Selasa, Jumat, dan Sabtu malam selama Ramadan, mulai pukul sembilan lebih. Yang menarik, acara ini gratis. Siapa saja boleh mendaftar.
Dari balik pagar pembatas, warga memberikan dukungan tanpa henti. Tepuk tangan bergemuruh, diselingi teriakan penyemangat yang memacu adrenalin setiap pelari untuk segera mencapai garis finis. Yang bikin suasana makin seru, justru keikutsertaan bocah-bocil itu. Lari mereka mungkin belum sempurna, tapi antusiasmenya luar biasa.
Menurut sejumlah saksi, kegiatan semacam ini jarang ditemui. Biasanya malam-malam di jalanan besar justru sepi atau malah rawan dengan aktivitas negatif. Nah, di situlah tujuan utama polisi menggelar acara ini.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, yang turut hadir menyaksikan langsung, menegaskan bahwa ini bukan sekadar lomba biasa.
"Kegiatan ini kita adakan untuk mengakomodir kegiatan yang tidak bermanfaat seperti balap liar, geng motor, dan lain sebagainya. Kita satukan dalam satu tema besar: cinta kepada alam lingkungan dan tentang kesehatan," ujar Irjen Herry.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Hadiri Puncak Munas IPSI, Pemilihan Ketua Umum Jadi Agenda Utama
Michelle Ashley Klaim Mandiri Finansial, Tolak Buka Sumber Penghasilan
Laga Eliminasi IBF Batal, Brandon Adams Dilarikan ke RS Sebelum Timbang Badan
Warga Geruduk Rumah Diduga Bandar Narkoba di Rohil, Kendaraan Dibakar