Jakarta Convention Center (JCC) ramai pada Sabtu siang itu. Tepatnya pukul 13.35 WIB, Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi untuk menghadiri puncak Munas XVI PB IPSI. Agenda utamanya? Pemilihan ketua umum untuk lima tahun ke depan.
Sebagai Ketua Umum IPSI yang sudah memimpin organisasi ini lebih dari dua dekade tepatnya sejak 2004 kehadirannya tentu menjadi sorotan. Dia datang dengan balutan beskap hitam lengkap dengan celana senada, dipadukan kain batik hijau yang dililitkan di pinggang. Penampilannya klasik dan berwibawa.
Prabowo tidak sendirian. Dia disambut dan didampingi sejumlah petinggi IPSI seperti Benny Sumarsono dan Sugiono. Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, juga terlihat ada di sisinya.
"Selamat datang, Pak," sapa salah seorang panitia.
Begitu masuk, Presiden langsung menyalami satu per satu tamu penting yang sudah lebih dulu hadir. Di antaranya, Ketua Umum KONI Marciano Norman dan Ketua KOI Raja Sapta Oktohari. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa jelas di sana.
Munas yang digelar dari 9 hingga 11 April 2026 ini memang momen penting. Proses penjaringan calon ketua umum sendiri sudah berjalan lebih dari sebulan, dengan segala persyaratan ketat yang berlaku. Dan Prabowo, yang telah lima periode memimpin, kembali menjadi pusat perhatian.
Di sisi lain, dukungan dari pemerintahan juga terlihat nyata. Beberapa menteri Kabinet Merah Putih hadir memberi dukungan, seperti Menneg Prasetyo Hadi dan Menristek Brian Yuliarto. Tak ketinggalan, pimpinan TNI dan Polri Jenderal Agus Subiyanto, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Jenderal Maruli Simanjuntak juga memadati ruangan.
Acara berlangsung khidmat. Namun begitu, nuansa kompetisi halus untuk kursi ketua umum tetap terasa. Semua mata kini tertuju pada hasil musyawarah yang akan menentukan arah IPSI ke depannya.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Bawa Kasus Penculikan WNI oleh Israel ke Mahkamah Internasional
Remaja 14 Tahun Dibacok di Kepala saat Tawuran Dua Geng di Cikupa, Polisi Tangkap Pelaku dalam 24 Jam
16 Armada Angkutan Barang Terjaring Razia Gabungan di Ancol, Didominasi Pelanggaran Dokumen dan Muatan Berlebih
Potensi Ekonomi Haji dan Umrah Rp60 Triliun per Tahun Dinilai Belum Maksimal, Pasokan Pangan Jemaah Masih Impor