Pegadaian Group dan TOP Kerja Sama Sewakan 250 Kendaraan untuk Mitra Gojek

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:35 WIB
Pegadaian Group dan TOP Kerja Sama Sewakan 250 Kendaraan untuk Mitra Gojek

PT Pesonna Optima Jasa (POJ), anak usaha Pegadaian, menggandeng PT Trans Optima Perkasa (TOP) untuk memperluas akses kepemilikan dan penyewaan kendaraan bagi mitra pengemudi layanan ride-hailing. Sebagai langkah awal, kedua perusahaan menyerahkan 250 unit kendaraan siap pakai yang akan dialokasikan untuk mitra driver Gojek, Kamis (9/7).

Langkah ini tidak hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga wujud kontribusi korporasi dalam menciptakan lapangan kerja mandiri yang berkelanjutan dan mendukung agenda nasional pengurangan emisi karbon melalui adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Dari total kendaraan yang diserahkan, 200 unit merupakan kendaraan bermesin bensin (ICE) dan 50 unit lainnya adalah kendaraan listrik (EV). Kehadiran armada listrik menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi emisi karbon.

Direktur PT POJ Ferry Hariawan menegaskan kemitraan ini merupakan jangkar strategis untuk memperkuat ekosistem transportasi urban sekaligus memberikan bantalan ekonomi bagi masyarakat produktif.

"Melalui kerja sama ini, ada satu dampak sosial utama yang langsung kita sasar, yaitu menekan angka pengangguran. Mobil-mobil ini disewakan secara kompetitif kepada mitra driver perusahaan ride-hailing, khususnya mitra Gojek, sehingga mereka bisa langsung produktif tanpa terkendala modal awal pembelian kendaraan," ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).

Ferry menambahkan fase ini merupakan proyek percontohan yang akan dievaluasi secara berkala. Jika menunjukkan performa positif dalam tiga bulan ke depan, POJ dan TOP telah menyiapkan cetak biru ekspansi yang lebih masif.

"Saat ini kita melepas 250 armada. Setelah evaluasi tiga bulan, kami menargetkan untuk menambah hingga mencapai total 1.000 unit kendaraan," jelas Ferry.

Sebagai bagian dari Pegadaian Group, POJ juga mengemban misi inklusi keuangan. Kolaborasi ini dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan produk investasi aman kepada ekosistem digital ride-hailing. Ke depan, POJ akan menggelar program edukasi terintegrasi mengenai pentingnya investasi emas nasional yang menyasar mitra driver sebagai jaminan hari tua dan penumpang melalui aktivasi promosi digital di dalam armada.

CEO PT Trans Optima Perkasa Agung Beratha memaparkan ceruk pasar penyewaan kendaraan bagi pekerja mandiri di sektor transportasi berbasis aplikasi masih menyimpan potensi pertumbuhan yang besar. Meski baru berdiri dua tahun, TOP telah menyerap 1.400 mitra driver dengan jumlah armada yang setara di area Jabodetabek. Dengan tambahan kerja sama dari POJ, total armada aktif yang dikelola TOP kini melonjak menjadi 1.650 unit.

"Di tengah situasi ekonomi global yang dinamis, semakin banyak masyarakat yang beralih menjadi pekerja mandiri. TOP hadir bukan sekadar menyewakan fisik mobil, melainkan memberikan paket solusi: kepastian unit yang prima, jaminan regulasi, dan kepastian pendapatan bagi mitra. Mereka juga diuntungkan karena tidak perlu memikirkan biaya harian dan waktu untuk perawatan rutin kendaraan, semuanya di-manage oleh sistem kami," ungkap Agung.

Agung mengungkapkan adanya pergeseran preferensi yang masif di kalangan pengemudi. Faktor efisiensi biaya operasional harian membuat permintaan kendaraan listrik melonjak tajam.

"Permintaan kendaraan EV dari mitra driver kami saat ini terus meroket hingga menyentuh angka 80 persen. Menjawab antusiasme tersebut, tahun ini kami memasang target agresif untuk mengoperasikan sedikitnya 500 unit kendaraan EV di jalanan," tambah Agung.

Melihat kokohnya pondasi kemitraan ini, TOP dan POJ juga telah membidik peta jalan bisnis masa depan yang lebih ekspansif. Selain berencana memperluas layanan kendaraan roda empat ke kota-kota tier dua di Indonesia, kedua korporasi saat ini tengah melakukan studi kelayakan untuk masuk ke lini bisnis baru, yaitu penyewaan kendaraan roda dua berbasis listrik untuk melayani segmen kurir logistik dan transportasi penumpang yang lebih lincah.

Melalui kolaborasi ini, POJ dan TOP berharap dapat memperkuat infrastruktur pendukung industri ride-hailing, mengurangi emisi karbon, sekaligus memberikan alternatif akses kendaraan yang lebih mudah bagi masyarakat yang ingin bekerja sebagai mitra pengemudi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags