Pemeriksaan visa di Thailand kini diperketat. Otoritas setempat gerah dengan maraknya penyalahgunaan aturan bebas visa oleh warga asing. Mereka yang bolak-balik masuk dengan dalih wisata, tapi ternyata malah menjalankan aksi ilegal, jadi sasaran utama.
Menurut sejumlah saksi, fenomena "visa run" ini udah kayak industri tersendiri. Di kota-kota seperti Pattaya, Phuket, atau Hua Hin tempat ekspatriat banyak berkumpul banyak yang memanfaatkan celah ini. Ada yang sampai bertahun-tahun tinggal di Thailand hanya dengan mengandalkan perpanjangan visa turis belasan kali.
Mayor Polisi Cheongron Rimpadee, juru bicara Biro Imigrasi Thailand, angkat bicara soal ini. Seperti dilansir Bangkok Post dan VN Express International pada Jumat (21/11/2025), dia menyebut langkah ini bagian dari kampanye nasional melawan kejahatan siber.
Data kepolisian menunjukkan, banyak pelaku memanfaatkan fasilitas bebas visa 90 hari per kunjungan. Padahal, program ini sebenarnya diperuntukkan bagi warga dari 93 negara yang boleh masuk tanpa visa hingga 60 hari, plus opsi perpanjangan 30 hari.
Celakanya, kemudahan itu malah jadi pintu masuk bagi aktivitas tak sah. Mulai dari skam online, bisnis tanpa izin, sampai praktik pencucian uang. Di sisi lain, paket perjalanan khusus ke perbatasan untuk urus visa pun makin marak.
Jadi, jangan heran kalau sekarang pengecekan di imigrasi Thailand makin detail. Mereka benar-benar ingin memastikan bahwa yang datang memang turis sungguhan, bukan punya agenda lain di balik koper dan paspor.
Artikel Terkait
Pasar PHEV Melonjak Drastis, Dijadikan Jembatan Transisi ke Listrik
DPR Apresiasi Sinyal Perdamaian AS-Iran, Soroti Peran Diplomasi Indonesia
Penyanyi Jember Icha Yang Raih Perhatian Inge Fang dan Tampil di TV Nasional Tiongkok
Trump Klaim Israel dan Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari, Tapi Ditolak Pihak Terkait