Di sisi lain, dia justru mengapresiasi peran masyarakat. Unsur-unsur seperti Jaga Warga disebutnya telah bersinergi baik dengan polisi untuk menjaga kamtibmas. Pendekatan yang dipilih pun bukan dengan kekerasan, melainkan mengandalkan kearifan lokal dan budaya Jawa yang mengedepankan dialog.
Memang, dalam kericuhan itu, tiga mahasiswa sempat diamankan. Tapi mereka tidak ditahan. Setelah berkoordinasi dengan kampus, ketiganya sudah diserahkan ke pihak rektorat sekitar pukul 22.30 WIB.
Ihsan juga membantah keras isu yang beredar. Dia menegaskan tidak ada tembakan gas air mata atau tembakan peringatan sama sekali dari pihak kepolisian selama aksi berlangsung.
"Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi," tegasnya.
Sekarang, keadaan sudah benar-benar normal. Aktivitas di depan Mapolda DIY kembali tenang, lalu lintas pun sudah lancar seperti biasa.
Artikel Terkait
Mantan Presiden Yoon Suk-yeol Ajukan Banding Atas Vonis Seumur Hidup
Presiden Sheinbaum Jaminkan Keamanan Piala Dunia 2026 di Guadalajara Pascabentrokan Berdarah
Persebaya vs PSM: Duel Penuh Tekanan untuk Hentikan Tren Kekalahan
Baznas DKI Ingatkan Proses Hapus Tato Lebih Sulit Dibanding Pasang