Di sisi lain, dia justru mengapresiasi peran masyarakat. Unsur-unsur seperti Jaga Warga disebutnya telah bersinergi baik dengan polisi untuk menjaga kamtibmas. Pendekatan yang dipilih pun bukan dengan kekerasan, melainkan mengandalkan kearifan lokal dan budaya Jawa yang mengedepankan dialog.
Memang, dalam kericuhan itu, tiga mahasiswa sempat diamankan. Tapi mereka tidak ditahan. Setelah berkoordinasi dengan kampus, ketiganya sudah diserahkan ke pihak rektorat sekitar pukul 22.30 WIB.
Ihsan juga membantah keras isu yang beredar. Dia menegaskan tidak ada tembakan gas air mata atau tembakan peringatan sama sekali dari pihak kepolisian selama aksi berlangsung.
"Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi," tegasnya.
Sekarang, keadaan sudah benar-benar normal. Aktivitas di depan Mapolda DIY kembali tenang, lalu lintas pun sudah lancar seperti biasa.
Artikel Terkait
Kemacetan Parah Landa Kawasan Lapangan Banteng Imbas Gelaran Lebaran Betawi
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah