tandas Budi.
Keesokan harinya, Senin (23/2), salah satu korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Pulogadung. Unit Reskrim langsung bergerak menangani kasus ini.
Klaim Palsu dan Identitas Asli
Namun begitu, ceritanya tak berhenti di situ. Insiden ini sempat viral di media sosial dengan narasi yang bikin panas kuping: si pelaku disebut-sebut mengaku sebagai aparat.
Hebohnya klaim itu memaksa Subbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya turun tangan. Mereka bergabung dengan Satreskrim Polres Metro Jaktim dan Unitreskrim Polsek Pulogadung untuk mengusut kebenarannya.
Hasil penyelidikan ternyata jauh dari klaim. "Pelaku berhasil diidentifikasi sebagai JMH. dan diketahui bukan anggota Polri," jelas Budi. Statusnya cuma wiraswasta. Tak cuma itu, nomor polisi yang terpasang di mobil Vellfire hitam itu pun ternyata ngaco tidak sesuai peruntukannya.
Artikel Terkait
Imipas Longgarkan Standar Risiko Narapidana untuk Atasi Kepadatan Lapas
Pelatnas Kirim Atlet Lebih Awal untuk Aklimatisasi Jelang All England 2026
Bus Transjakarta Tabrak Pengendara Motor di Gunung Sahari, Korban Luka Parah
Normalisasi Sungai Cirarab Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2026