Di Tebuireng, Kiai Said Aqil Beri Sinyal Tegas Soal Konsesi Tambang
Suasana di Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu lalu, cukup hangat. Dalam sebuah forum silaturahmi, Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan pandangannya yang cukup tegas. Topiknya? Polemik konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada PBNU. Menurutnya, sudah saatnya izin itu dikembalikan saja.
“Saya sejak awal menghormati inisiatif pemerintah. Itu bentuk penghargaan yang baik,” ujar Kiai Said.
Namun begitu, ia tak menampik bahwa situasi kini sudah berubah. “Tetapi melihat apa yang terjadi belakangan ini, konflik semakin melebar, dan itu membawa madharat yang lebih besar daripada manfaatnya. Maka jalan terbaik adalah mengembalikannya kepada pemerintah,” tegas pembina Ponpes KHAS Kempek Cirebon itu.
Usulan ini bukan tanpa alasan. Kiai Said menyebutnya sebagai hasil evaluasi mendalam melihat dinamika internal yang memanas beberapa bulan terakhir. Awalnya, konsesi tambang itu dipandang sebagai peluang emas untuk penguatan ekonomi organisasi. Tapi nyatanya, yang muncul justru efek sebaliknya. Konflik internal menguat, polarisasi di tubuh kader tak terhindarkan.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral