"BRIN, melalui BRIDA, insya Allah siap memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Tentu, kami juga akan mengandalkan berbagai perguruan tinggi agar inovasi dan teknologi yang ada dapat memperkuat ekonomi daerah," tambahnya.
Dari sisi pemerintah pusat, responsnya cukup positif. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengapresiasi pemutakhiran indeks ini. Dia melihatnya sebagai cermin bagi daya saing nasional, sekaligus langkah awal menuju Indonesia Emas 2045.
Tapi Rachmat juga memberi catatan. "Saya juga berharap Kepala BRIN memastikan bahwa indeks ini nantinya juga mencerminkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Jadi, tidak sekadar indeks, karena indeks itu angka, tetapi juga mencerminkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Di sisi lain, Wakil Mendagri Bima Arya Sugiarto menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BRIN soal pembinaan teknis inovasi di daerah. Menurutnya, urusan inovasi ini harus menyeluruh.
"Inovasi ini bukan hanya lomba, tetapi harus terintegrasi mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi. Tentu akan membutuhkan co-creation dan keterlibatan banyak pihak," ujar Bima Arya.
Jadi, semua sepakat indeks ini penting. Tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana angka-angka itu diterjemahkan jadi aksi nyata yang dirasakan masyarakat langsung di daerah masing-masing.
Artikel Terkait
Bus Transjakarta Tabrak Pengendara Motor di Gunung Sahari, Korban Luka Parah
Normalisasi Sungai Cirarab Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2026
Vonis Kasus Korupsi Minyak Rp 285 Triliun Dijadwalkan Kamis Depan
Program Makan Bergizi di Serang Berlanjut, Siswa Terima Paket Bahan Makanan untuk Buka Puasa