Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja merilis Indeks Daya Saing Daerah untuk tahun 2025. Ini bukan sekadar angka-angka biasa. Menurut BRIN, indeks ini bisa jadi peta penting buat daerah-daerah yang ingin tahu posisi mereka dan ke mana arah pembangunan harus digenjot.
Data utamanya diambil dari Badan Pusat Statistik, lantas diolah jadi empat ukuran kunci: kualitas lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan yang tak kalah penting, ekosistem inovasi. Intinya, ini jadi pegangan praktis bagi para kepala daerah.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa pengukuran di level daerah ini ibarat kompas. "Jadi, indeks sekali lagi bukan sekadar upaya peningkatan (skor), tetapi kita harapkan indeks ini bisa berdampak pada perubahan dan transformasi yang dilakukan oleh kepala daerah, khususnya dalam berbagai bidang, terutama bidang ekonomi," ujar Arif, Selasa lalu.
Dia bilang, skor IDSD memberi gambaran nyata buat pemda. Dari situ, mereka bisa menata ulang kebijakan dan mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Nah, peran BRIN sendiri tak berhenti di pengukuran. Arif menegaskan lembaganya akan kolaborasi dengan BRIDA dan Bapperida di daerah. Tujuannya jelas: mendongkrak inovasi lokal. Kalau ekosistem riset dan inovasi sudah kuat, nilai tambah untuk daerah pasti akan tercipta.
"Tumbuhnya riset dan inovasi ini akan menjadi kekuatan bagi Indonesia ke depan," jelasnya penuh keyakinan. Menurut Arif, mimpi Indonesia masuk empat besar dunia di 2050 cuma bisa dicapai dengan satu cara: memperkuat human capital dan inovasi. Tidak ada jalan lain.
Harapannya, rilis indeks ini memacu semangat daerah untuk berbenah lewat beragam program dan kebijakan yang tepat sasaran.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen