Di penghujung tahun 2025, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Martuasah H Tobing membeberkan sejumlah capaian kerja unitnya. Angkanya cukup impresif: penyelesaian perkara menyentuh 92 persen, dengan barang bukti narkotika senilai hampir Rp 199 miliar berhasil disita sepanjang tahun.
Rilis akhir tahun itu digelar di Aula Polres, Rabu (31/12), dengan dihadiri para pejabat utama. Martuasah sendiri yang memimpin acara.
Dia memaparkan, kerja keras jajarannya terlihat dari berbagai bidang. Mulai dari penegakan hukum biasa, gebrakan memberantas narkoba, sampai upaya-upaya pembinaan untuk menjaga keamanan di sekitar pelabuhan.
“Sepanjang 2025, kami menangani total 348 perkara,” ujar Martuasah.
Rinciannya, 252 perkara adalah tindak pidana umum, sementara 96 kasus lainnya terkait narkotika. Dari tumpukan berkas itu, 320 di antaranya berhasil dituntaskan. Artinya, tingkat penyelesaiannya memang tinggi, mencapai 92%. Polisi mengamankan 366 tersangka 239 dari kasus kriminal umum dan 127 tersangka narkoba.
Beberapa kasus menonjol berhasil diungkap dengan cepat. Misalnya, kasus pembunuhan di Jalan Pendaratan Udang, Muara Angke, yang tuntas kurang dari 24 jam. Begitu pula dengan pencurian dengan kekerasan yang menimpa warga negara Prancis di Pelabuhan Sunda Kelapa; delapan tersangka dibekuk dalam waktu yang hampir sama, belum sehari.
Tak cuma itu. Masih ada 22 kasus pencurian (Curat, Curas, Curanmor) dengan 24 tersangka, empat kasus aniaya, 21 perkara pemalsuan dokumen, hingga 13 kasus perjudian togel di wilayah Jakarta Utara. Mereka juga menangani 12 kasus penyalahgunaan tabung gas LPG 3 kilogram bersubsidi.
Di sisi lain, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok punya catatan gemilang sendiri. Salah satu yang terbesar adalah pengungkapan sabu seberat 10,3 kilogram lebih di Terminal Penumpang PELNI. Jaringan pengedar juga dibongkar di Bandara Soekarno-Hatta, dengan bukti sabu hampir 900 gram.
Kalau dijumlah, nilai ekonomis seluruh barang bukti narkotika yang disita tahun ini fantastis: Rp 199,028 miliar. Menurut perhitungan polisi, operasi ini diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 94 ribu jiwa dari jerat narkoba.
Namun begitu, kerja mereka tak melulu soal penindakan. Di bidang pembinaan dan pencegahan, kegiatan seperti sambang warga, Jumat Curhat, hingga bantuan sosial beras SPHP juga digelar rutin. Satuan Samapta rajin patroli dialogis, sementara Satlantas fokus pada edukasi dan operasi lalu lintas seperti Zebra dan Patuh, yang mereka klaim dilakukan secara humanis.
Sebagai bentuk perhatian pada personel, pembangunan asrama juga dilakukan. Ada Asrama Tunggal Panaluan untuk anggota yang sudah berkeluarga, dan Mess Tathya Daraka bagi yang masih lajang.
Secara keseluruhan, laporan akhir tahun ini menggambarkan kinerja yang padat. Dari angka-angka statistik hingga upaya preventif di lapangan, semuanya coba ditampilkan untuk memberi gambaran tentang situasi keamanan di kawasan pelabuhan utama ibu kota itu.
Artikel Terkait
YouTuber Resbob Hadapi Tuntutan 4 Tahun Penjara atas Dugaan Penghinaan Suku Sunda
Menag Laporkan Penggunaan Jet Pribadi untuk Dinas ke KPK
Sekjen Kemendagri Minta TPID Turun ke Pasar Pantau Kenaikan Harga Pokok Ramadan
Presiden Sheinbaum Serukan Ketenangan Usai Operasi Militer Tewaskan Bos Kartel El Mencho