Parlemen Eropa Tunda Voting Kesepakatan Dagang Turnberry dengan AS

- Selasa, 24 Februari 2026 | 20:15 WIB
Parlemen Eropa Tunda Voting Kesepakatan Dagang Turnberry dengan AS

BRUSSEL Agenda pemungutan suara penting di Parlemen Eropa mendadak diambang penundaan. Rencana voting untuk kesepakatan dagang Turnberry antara Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang digodok tahun lalu di Skotlandia, kemungkinan besar bakal ditunda. Kabar ini disampaikan seorang juru bicara komite perdagangan parlemen pada Senin (23/2) lalu.

“Kalau pemungutan suaranya tidak jalan, ya seluruh proses bakal molor,” ujar Lieven Cosijn, petugas pers untuk Komite Perdagangan Internasional (INTA), dalam percakapannya dengan Xinhua. Tertundanya voting ini berpotensi menggeser tenggat waktu parlemen dalam mengambil sikap resmi.

Sebenarnya, pertemuan komite sudah diagendakan untuk Senin sore dan Selasa waktu setempat. Menurut Cosijn, berkas Turnberry awalnya dijadwalkan sebagai agenda utama. Namun, situasinya berubah.

Di sisi lain, Cosijn menegaskan bahwa penundaan ini sama sekali bukan sinyal bahwa Parlemen Eropa berniat menggagalkan kesepakatan. Persoalannya lebih pada teknis dan waktu. “Ini cuma soal apakah voting bakal tetap dilaksanakan sesuai rencana atau tidak,” jelasnya.

Prosedurnya sendiri cukup jelas. INTA harus lebih dulu menentukan posisinya lewat voting, sebelum berkas itu dilanjutkan ke tahap berikutnya termasuk negosiasi alot dengan negara-negara anggota UE di Dewan Eropa.

Nah, dalam pertemuan persiapan, para negosiator dari berbagai kelompok politiklah yang akan menentukan nasib agenda voting di hari Selasa. Tapi Cosijn sudah memberi sinyal: kemungkinan besar akan ditunda. Dia juga menyebut, jika nantinya ada klarifikasi baru dari pihak AS, laporan terkait bisa direvisi. Dan revisi itu, tentu saja, bisa memicu debat segar dan putaran voting ulang di komite.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar