Michael menegaskan, program ini adalah kelanjutan dari komitmen lebih dari satu dekade Bloomberg Philanthropies dalam mencari, mengembangkan, dan menyebarkan inovasi di kota-kota global. Dalam lima putaran sebelumnya, 38 kota pemenang telah mendapat pendanaan dan dukungan teknis untuk merealisasikan solusi atas berbagai masalah perkotaan.
"Dengan mendukung replikasi ide-ide terbaik itu, dampak Mayors Challenge telah meluas ke 337 kota di seluruh dunia, menjangkau lebih dari 100 juta penduduk," paparnya.
Sementara itu, di Surabaya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dedik Irianto menyambut baik dukungan ini. Menurutnya, ini akan mempercepat perluasan program ke lebih banyak kampung, yang nantinya akan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila. Edukasi ke masyarakat juga akan terus digencarkan agar pemahaman tentang manfaat kesehatan, lingkungan, dan ekonomi dari produk pakai ulang semakin kuat.
Pelaksanaannya sendiri dilakukan secara gotong royong. Melibatkan tenaga kesehatan, rumah sakit, ritel, LSM, dan mitra swasta untuk mendampingi keluarga-keluarga selama masa transisi ke produk lokal yang bisa dipakai ulang.
Program ini tak cuma mengubah perilaku jadi lebih ramah lingkungan. Ada juga pelatihan untuk produsen berbasis komunitas. Harapannya, mereka bisa menciptakan lapangan kerja yang layak, menguatkan ekonomi sirkular Surabaya, dan tentu saja, menjaga kelestarian Sungai Brantas untuk kesehatan generasi mendatang.
"Inisiatif ini membantu kami mengurangi limbah berbahaya, melindungi Sungai Brantas, dan meringankan beban TPA, sambil menciptakan pekerjaan hijau," kata Dedik.
"Ini bukti nyata bahwa perlindungan lingkungan dan pemberdayaan komunitas bisa berjalan beriringan."
Hasil uji coba di Surabaya pun menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Penggunaan popok sekali pakai di keluarga peserta turun drastis, sampai 80 persen. Kasus ruam popok dan infeksi saluran kemih juga dilaporkan menurun tajam.
Yang lebih membanggakan, pembuangan popok ke sungai berhasil dihentikan. Tingkat adopsi program mencapai 99 persen dari 300 keluarga peserta. Meski cakupannya baru sekitar 0,2 persen bayi di Surabaya, dalam satu bulan saja uji coba ini berhasil mencegah lebih dari tujuh ton sampah popok terbuang.
"Capaian ini membuktikan bahwa perubahan perilaku masyarakat bisa dibangun lewat pendekatan edukatif dan kolaboratif," pungkas Dedik.
"Ke depan, praktik baik ini akan kami perluas lagi agar manfaatnya makin terasa dan perlindungan lingkungan kita makin kuat."
Artikel Terkait
Kemensos-Kemenkop Dorong 18 Juta Penerima Bansos Masuk Koperasi Desa
Ukraina Serang Stasiun Minyak Rusia di Tatarstan, Picu Ketegangan dengan Hongaria dan Slovakia
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung, Identitas Masih Misteri
Dua Desa di Tangerang Berubah Jadi Kampung Padel