Keberadaannya di perairan Yunani bukan sekadar kabar burung. Reuters mempublikasikan foto-fotonya, dan beberapa video juga beredar luas di media sosial. Dalam cuplikan itu terlihat jelas, sang kapal induk tengah berlabuh di teluk tersebut.
Diduga, ini adalah pemberhentian singkat untuk mengisi ulang logistik di pangkalan Angkatan Laut AS yang ada di sana.
Dari titik ini, jarak ke titik panas di Timur Tengah jadi sangat pendek. Menurut perkiraan, hanya butuh beberapa jam pelayaran atau sekitar 2.350 kilometer untuk sampai ke zona konflik.
Kapal seharga 13 miliar dolar AS dengan bobot mencapai 100.000 ton ini baru saja menyeberangi Samudra Atlantik. Rencananya, ia akan beristirahat beberapa hari di Souda untuk persiapan terakhir. Setelah itu, pelayaran akan dilanjutkan ke arah timur, menuju lokasi di mana USS Abraham Lincoln sudah menunggu. Keduanya akan bergabung, membentuk kekuatan tempur yang sulit ditandingi.
Artikel Terkait
Polisi Banten Bantu Evakuasi Anak Kejang ke Rumah Sakit
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jakarta Pagi Ini
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer