Jakarta - Kabar tewasnya bos kartel narkoba Meksiko, El Mencho, tiba-tiba jadi perbincangan hangat. Sosok yang ditakuti itu, bernama asli Nemesio Oseguera Cervantes, disebut-sebut sebagai otak di balik salah satu sindikat narkoba paling berkuasa. Kematiannya bukan cuma jadi berita utama, tapi juga bikin suasana di beberapa wilayah Meksiko jadi mencekam. Maklum, jaringan organisasinya sangat luas dan kompleks.
Heboh ini bikin banyak orang penasaran lagi. Apa sih sebenarnya arti kata "kartel" itu? Istilah yang sering kita dengar ini ternyata punya makna lebih luas dari sekadar sindikat narkoba.
Pengertian Kartel: Bukan Cuma Soal Narkoba
Kalau merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kartel itu pada dasarnya adalah gabungan perusahaan sejenis. Tujuannya? Untuk mengendalikan hal-hal seperti produksi, harga, dan persaingan di pasar. Jadi, konteks awalnya lebih ke ranah ekonomi dan bisnis.
Namun begitu, istilah ini kemudian dipakai di berbagai bidang. Dalam politik, misalnya, bisa merujuk pada koalisi partai. Sementara di ranah hukum, kartel berarti persekutuan dua pihak atau lebih untuk kepentingan tertentu. KBBI juga mencatat beberapa istilah turunannya. Ada "kartel narkotika" yang kita sering dengar, lalu "kartel oligarki" yang menggambarkan sekelompok kecil penguasa pasar, sampai "kartel sitasi" dalam dunia akademik.
Artikel Terkait
Parlemen Eropa Tunda Voting Kesepakatan Dagang Turnberry dengan AS
Pengemudi Vellfire Pakai Plat Palsu Pukul Petugas SPBU, Ditangkap Polisi
Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, tapi Ingatkan Garis Merah Tak Boleh Dilanggar
Bank Mandiri Sediakan ATM Pecahan Kecil untuk Permudah Penarikan THR Lebaran