Jakarta - Kabar tewasnya bos kartel narkoba Meksiko, El Mencho, tiba-tiba jadi perbincangan hangat. Sosok yang ditakuti itu, bernama asli Nemesio Oseguera Cervantes, disebut-sebut sebagai otak di balik salah satu sindikat narkoba paling berkuasa. Kematiannya bukan cuma jadi berita utama, tapi juga bikin suasana di beberapa wilayah Meksiko jadi mencekam. Maklum, jaringan organisasinya sangat luas dan kompleks.
Heboh ini bikin banyak orang penasaran lagi. Apa sih sebenarnya arti kata "kartel" itu? Istilah yang sering kita dengar ini ternyata punya makna lebih luas dari sekadar sindikat narkoba.
Pengertian Kartel: Bukan Cuma Soal Narkoba
Kalau merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kartel itu pada dasarnya adalah gabungan perusahaan sejenis. Tujuannya? Untuk mengendalikan hal-hal seperti produksi, harga, dan persaingan di pasar. Jadi, konteks awalnya lebih ke ranah ekonomi dan bisnis.
Namun begitu, istilah ini kemudian dipakai di berbagai bidang. Dalam politik, misalnya, bisa merujuk pada koalisi partai. Sementara di ranah hukum, kartel berarti persekutuan dua pihak atau lebih untuk kepentingan tertentu. KBBI juga mencatat beberapa istilah turunannya. Ada "kartel narkotika" yang kita sering dengar, lalu "kartel oligarki" yang menggambarkan sekelompok kecil penguasa pasar, sampai "kartel sitasi" dalam dunia akademik.
Artikel Terkait
Sengketa Lahan Tutup Delapan Ruang Kelas, SDN Bunisari Terapkan Sistem Dua Sif
Kapolri Tegaskan Penerimaan Akpol 2026 Tanpa Biaya dan Kuota Khusus
Bupati Tulungagung Jadi Tersangka KPK atas Dugaan Pemerasan Pejabat
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tersangka Pemerasan dan Pengadaan Proyek