Asal-usul katanya sendiri cukup menarik. Menurut sejumlah catatan, istilah "cartel" ini diserap dari bahasa Inggris. Tapi jejaknya bisa dilacak lebih jauh. Encyclopaedia Britannica mendefinisikan cartel sebagai asosiasi perusahaan atau individu independen yang bertujuan mempengaruhi pasar biasanya dengan membatasi produksi, mengatur harga, atau membagi wilayah.
Yang menarik, kerja sama model begini ternyata bukan hal baru. Bentuk-bentuk awal kartel konon sudah ada sejak Abad Pertengahan, bahkan ada yang menyebut sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Praktik mengatur pasar rupanya sudah jadi bagian dari sejarah perdagangan manusia.
Nah, dari sisi bahasa, asal katanya justru dari dunia yang berbeda. Menurut Online Etymology Dictionary, kata "cartel" muncul dari bahasa Prancis, yang diambil lagi dari bahasa Italia "cartello". Awalnya artinya papan pengumuman atau kartu. Kata ini dulu digunakan untuk menyebut perjanjian tertulis, bahkan antara negara yang sedang berkonflik.
Pergeseran makna ke ranah ekonomi terjadi sekitar tahun 1900, lewat pengaruh bahasa Jerman "kartell". Sejak saat itulah istilah ini lekat dengan persekutuan pengusaha untuk menguasai pasar. Penggunaannya kemudian meluas ke mana-mana, termasuk yang paling terkenal dan kelam untuk menyebut jaringan perdagangan gelap seperti kartel narkoba yang dipimpin orang seperti El Mencho.
Jadi, meski sekarang identik dengan kejahatan terorganisir, istilah kartel punya sejarah dan cakupan yang jauh lebih beragam. Kabar dari Meksiko itu cuma mengingatkan kita kembali pada satu sisi gelapnya saja.
Artikel Terkait
Sengketa Lahan Tutup Delapan Ruang Kelas, SDN Bunisari Terapkan Sistem Dua Sif
Kapolri Tegaskan Penerimaan Akpol 2026 Tanpa Biaya dan Kuota Khusus
Bupati Tulungagung Jadi Tersangka KPK atas Dugaan Pemerasan Pejabat
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tersangka Pemerasan dan Pengadaan Proyek