Kampung Padel Tangerang Bangkitkan Keramaian, Dampak Ekonomi ke Pedagang Masih Beragam

- Selasa, 24 Februari 2026 | 16:05 WIB
Kampung Padel Tangerang Bangkitkan Keramaian, Dampak Ekonomi ke Pedagang Masih Beragam

Suasana di Jalan Raya Pagedangan, Kabupaten Tangerang, memang berubah. Semenjak deretan lapangan padel atau 'Kampung Padel' hadir, keramaian pun menyusul. Bagi para pedagang di sekitarnya, ini kabar baik. Meski dampaknya beragam, sebagian mengaku mulai merasakan dampak positifnya.

Nurjaman, yang berjualan es kelapa muda, mengakui peningkatan keramaian itu. Lapaknya kebetulan persis berhadapan dengan dua lapangan. Tapi, soal peningkatan penjualan? "Emang ada perubahan sih ada gitu, cuma nggak terlalu sih," ujarnya saat ditemui Selasa lalu.

Menurutnya, pemain padel yang membeli minuman di lapaknya masih bisa dihitung jari. "Ya, kadang-kadang ada sih. Kadang-kadang ya," katanya sambil tertawa.

Namun begitu, Nurjaman sama sekali tidak merasa terganggu. Justru sebaliknya. Dia melihat geliat ekonomi baru bagi warga sekitar. Banyak yang sebelumnya menganggur, kini mendapat pekerjaan di kompleks olahraga itu.

"Kalau daerah sini sih nggak kayaknya ya, nggak terlalu ini gitu. Justru warganya tuh malah kayak mendukung gitu. Soalnya kan orang-orang sininya bisa pada kerja, yang tadinya pada nganggur kan," jelasnya.

Harapan serupa diungkapkan Iyeng, pedagang jus. Dia berharap bisa 'kecipratan' rezeki dari keramaian baru ini. Sayangnya, hingga saat ini harapannya belum sepenuhnya terwujud. "Pengennya mah pada jajan sih, beli es. Iya bisa kecipratan rezekilah," harapnya.

Dia bilang, baru segelintir pemain yang mampir. Padahal, menurut pengamatannya, lapangan-lapangan itu baru benar-benar ramai dalam dua bulan terakhir. Mungkin butuh waktu.

Di sisi lain, cerita sepi justru datang dari Nikmah, pemilik warung kopi. Lokasinya sebenarnya strategis, tepat di belakang satu lapangan. Tapi, anehnya, keramaian itu tak berimbas pada dagangannya.

"Rame sih, lumayan, rame," akunya tentang suasana sekitar. Lalu dia melanjutkan dengan nada sedikit masygul, "Tapi warung saya mah sepi."

Jadi, meski 'Kampung Padel' telah membawa denyut baru, dampak ekonominya bagi pedagang kecil ternyata tak seragam. Ada yang bersyukur, ada yang berharap, dan ada pula yang masih menunggu pelanggannya singgah.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar