"Nanti tahun depan berikutnya akan diberikan alokasi kurang lebih angka yang sama Rp 25 miliar," tambahnya.
Dia pun menegaskan poin penting itu. "Semua dana dari KLB sehingga tidak menggunakan APBD," ucapnya. Jadi, beban keuangan daerah bisa lebih ringan.
Harapannya jelas. Revitalisasi ini bukan cuma soal memperbaiki fisik bangunan yang mungkin sudah usang. Lebih dari itu, ini tentang menguatkan lagi identitas dan representasi budaya Betawi di jantung TMII. Sekaligus, tentu saja, menjadi salah satu ikon penting dalam perjalanan Jakarta menuju lima abad.
Artikel Terkait
Konflik Digital SEAblings vs KNetz Jadi Alarm Bagi Soft Power Korea
Bus Transjakarta Tabrak Ojol di Gunung Sahari, Diduga Pengendara Belok Mendadak
Setahun Pimpin Semarang, Agustina-Iswar Catat Kemajuan Kesehatan dan Penurunan Kemiskinan
Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Meksiko dalam Kondisi Baik Meski Situasi Sempat Memanas