Di kantornya yang terletak di Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru-baru ini menyambut tamu dari DPP Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara, atau GEMA SADHANA. Pertemuan itu berlangsung cukup hangat. Fadli sendiri menyampaikan apresiasinya pada inisiatif kelompok tersebut, terutama rencana besar mereka untuk melatih seribu penari dalam program 'Genjring Party'. Ia melihat langkah itu sebagai upaya konkret melestarikan ekspresi budaya.
Rencananya, pelatihan massal yang melibatkan sanggar-sanggar tari se-Jabodetabek itu akan digelar pada 28 Februari 2026 mendatang. Lokasinya di Kuil Murugan, yang juga dikenal sebagai Shri Sanathana Dharma Aalayam. Menurut Fadli, kegiatan semacam ini punya dampak ganda: bukan cuma memotivasi para penari dan musisi, tapi juga mengangkat apresiasi publik terhadap karya mereka.
“Sesuai Pasal 32 ayat 1 UUD 1945, bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, kita punya kewajiban,”
tegas Fadli dalam sebuah keterangan tertulis yang dikeluarkan Selasa lalu. Ia menegaskan, urusan memajukan kebudayaan ini sebenarnya tanggung jawab bersama. Bukan cuma pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat harus terlibat.
Harapannya sih sederhana: makin banyak aktivasi budaya, dari seni rupa sampai pertunjukan, yang bisa tumbuh dan berkembang.
Pendapat serupa datang dari Yayuk Sri Budi Rahayu, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual. Menurutnya, urusan pelestarian, pemanfaatan, sampai pewarisan budaya memang harus jadi gerakan kolektif. Pemerintah punya peran, tapi tanpa dukungan masyarakat, hasilnya tak akan maksimal.
Artikel Terkait
Konflik Digital SEAblings vs KNetz Jadi Alarm Bagi Soft Power Korea
Bus Transjakarta Tabrak Ojol di Gunung Sahari, Diduga Pengendara Belok Mendadak
Setahun Pimpin Semarang, Agustina-Iswar Catat Kemajuan Kesehatan dan Penurunan Kemiskinan
Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Meksiko dalam Kondisi Baik Meski Situasi Sempat Memanas