MURIANETWORK.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara melakukan operasi penertiban terhadap orang-orang yang dianggap sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) pada Minggu (23/2) malam. Operasi gabungan yang dikenal sebagai Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) ini berhasil mengamankan 32 orang, termasuk gelandangan, pemulung, pengamen, dan pengemis atau yang kerap disebut "Pak Ogah". Mereka kemudian dibawa ke panti sosial dan dinas sosial setempat untuk mendapatkan pembinaan.
Rincian Penanganan dan Tempat Penampungan
Dari total 32 orang yang terjaring, penanganan dilakukan dengan memisahkan mereka ke dua lokasi berbeda. Sebagian besar, yaitu 17 orang, langsung diangkut ke Panti Sosial Bina Bangun Daya Dua yang berlokasi di Cipayung. Sementara itu, 15 orang lainnya dibawa ke Suku Dinas Sosial Jakarta Utara untuk proses lebih lanjut.
Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian, menjelaskan pembagian ini. "Sebanyak 17 PPKS yang terjaring dibawa ke Panti Sosial Bina Bangun Daya Dua di Cipayung, dan sisanya 15 PPKS dibawa ke Sudin Sosial Jakarta Utara," ujarnya.
Lokasi dan Sasaran Operasi
Operasi malam itu menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan di wilayah Jakarta Utara. Di Kecamatan Tanjung Priok, petugas berpatroli di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Enggano, Tenggiri, RE Martadinata, hingga Taman Bahari. Dari wilayah ini, dua orang yang beraktivitas sebagai "Pak Ogah" berhasil diamankan.
Perhatian kemudian beralih ke Kecamatan Penjaringan. Di kawasan Pluit Karang Utara, operasi menemukan empat orang, yang terdiri dari tiga "Pak Ogah" dan seorang pemulung. Secara kumulatif, dari lima lokasi awal tersebut, petugas telah mengumpulkan sembilan orang dengan beragam latar, mulai dari orang terlantar, gelandangan, pengamen, pedagang asongan, hingga pengemis.
Pengamen Berkostum Misterius Turut Diamankan
Penyisiran berlanjut ke Kecamatan Koja, mencakup wilayah seperti Kelurahan Lagoa, Rawa Badak Utara, serta ruas jalan utama seperti Cilincing dan Yos Sudarso. Di lokasi ini, operasi menemukan fenomena unik. Salah satu yang diamankan adalah pengamen yang menggunakan kostum pocong, menambah daftar panjang variasi PPKS yang terjaring malam itu.
Budhy Novian sebelumnya telah memaparkan total hasil operasi. "Total ada 32 orang PPKS yang terjaring dalam Operasi Pekat yang dilakukan bersama tim gabungan pada Minggu (23/2) malam," jelasnya.
Operasi semacam ini kerap menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menertibkan ruang publik dan menangani persoalan sosial secara terpadu. Pendekatannya tidak hanya bersifat represif, tetapi juga diarahkan pada pemberian layanan sosial dan pembinaan di tempat yang telah disediakan.
Artikel Terkait
KPK Dalami Dugaan Pemanfaatan Safe House dalam Kasus Suap Bea Cukai
Kebakaran di Cianjur Tewaskan Tiga Orang, Nenek 64 Tahun Luka Bakar 100 Persen
Brimob Polda Metro Jaya Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Jakarta Timur
Indonesia Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan bagi Palestina di Sidang Dewan HAM PBB