Perhatian kemudian beralih ke Kecamatan Penjaringan. Di kawasan Pluit Karang Utara, operasi menemukan empat orang, yang terdiri dari tiga "Pak Ogah" dan seorang pemulung. Secara kumulatif, dari lima lokasi awal tersebut, petugas telah mengumpulkan sembilan orang dengan beragam latar, mulai dari orang terlantar, gelandangan, pengamen, pedagang asongan, hingga pengemis.
Pengamen Berkostum Misterius Turut Diamankan
Penyisiran berlanjut ke Kecamatan Koja, mencakup wilayah seperti Kelurahan Lagoa, Rawa Badak Utara, serta ruas jalan utama seperti Cilincing dan Yos Sudarso. Di lokasi ini, operasi menemukan fenomena unik. Salah satu yang diamankan adalah pengamen yang menggunakan kostum pocong, menambah daftar panjang variasi PPKS yang terjaring malam itu.
Budhy Novian sebelumnya telah memaparkan total hasil operasi. "Total ada 32 orang PPKS yang terjaring dalam Operasi Pekat yang dilakukan bersama tim gabungan pada Minggu (23/2) malam," jelasnya.
Operasi semacam ini kerap menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menertibkan ruang publik dan menangani persoalan sosial secara terpadu. Pendekatannya tidak hanya bersifat represif, tetapi juga diarahkan pada pemberian layanan sosial dan pembinaan di tempat yang telah disediakan.
Artikel Terkait
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA