Menkes: Super Flu Bukan Virus Baru, Jangan Panik

- Rabu, 07 Januari 2026 | 19:30 WIB
Menkes: Super Flu Bukan Virus Baru, Jangan Panik

Munculnya kabar soal "super flu" belakangan ini memang bikin was-was. Tapi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta kita semua untuk tenang. Menurutnya, kunci utamanya ada pada daya tahan tubuh kita sendiri.

“Yang penting apa? Ya itu tadi," ujar Budi dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu lalu.

“Kalau sistem imunitas kita bagus, makannya cukup, tidurnya cukup, olahraganya cukup, insya Allah kalau ada virus masuk, dan virusnya lemah seperti yang super flu ini, kita bisa sembuh,” lanjutnya dengan nada meyakinkan.

Intinya, dengan pola hidup sehat, penyakit ini bisa diatasi layaknya flu biasa. Poin ini dia tekankan berulang kali.

Nah, soal istilah "super flu" itu sendiri, Budi punya penjelasan. Ini bukan virus baru yang muncul tiba-tiba. Bukan seperti COVID-19 di awal kemunculannya. Menurut dia, yang terjadi sebenarnya adalah varian dari virus influenza yang sudah dikenal lama di dunia medis.

“Sedangkan untuk yang super flu, ya sebenarnya ini flu influenza, bahasa benarnya ya, bahasa scientific-nya, influenza tipe A,” jelasnya.

Lebih rinci, Budi menyebut virus penyebabnya adalah H3N2. Virus ini sudah beredar puluhan tahun, cuma belakangan muncul varian barunya.

“Jadi ini sebenarnya virus H3N2. Populernya influenza A. Sudah lama adanya,” tuturnya.

“Nah kemudian dia keluar varian baru, yang namanya varian, mereka istilahnya subclade A. Jadi bukan satu virus baru seperti yang Covid,” sambung Budi, mencoba meluruskan kekhawatiran yang beredar.

Memang, dari sisi penularan, varian ini cukup cepat menyebar. Tapi di sisi lain, kabar baiknya adalah tingkat keparahannya terbilang rendah. Budi menegaskan bahwa penanganannya pun bisa dengan pengobatan standar flu pada umumnya.

“Jadi penularannya cepat, tetapi kematiannya sangat rendah,” katanya.

Di Indonesia, kasus yang teridentifikasi masih sangat terbatas. Itulah mengapa dia kembali menyerukan agar masyarakat tidak panik berlebihan.

“Dan enggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa," ucap Budi.

“Buat pesan saya ke masyarakat, nomor satu, kita harus hati-hati dan sadar ada ini, tapi enggak usah panik. Karena ini sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid yang dulu-dulu varian delta mematikan.”

Meski begitu, bukan berarti kita boleh lengah sama sekali. Budi tetap mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sederhana yang sudah kita kuasai sejak pandemi.

“Walaupun ternyata di lingkungan kita banyak yang batuk-batuk, kita untuk precaution kita pakai masker dan lanjut cuci tangan sama seperti (saat) Covid-19,” pungkasnya. Tindakan sederhana itu, menurutnya, masih jadi benteng pertahanan yang efektif.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar