MURIANETWORK.COM - Rencana PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA) untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin menguat. Meski belum ada pengumuman resmi, manajemen perusahaan mengakui bahwa rencana tersebut merupakan strategi jangka panjang yang akan dieksekusi pada waktu yang tepat, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kesiapan internal. Langkah ini menjadikan DANA sebagai salah satu perusahaan teknologi finansial yang paling dinanti kehadirannya di papan pencatatan bursa.
Fokus Pada Kesiapan Internal Sebelum Melantai
Dalam komunikasinya, Direktur Komunikasi DANA, Olavina Harahap, menegaskan bahwa perusahaan saat ini lebih berfokus pada penguatan fondasi bisnis. Menurutnya, prioritas utama adalah memastikan kualitas pengalaman pengguna, keamanan sistem, dan kenyamanan layanan berada pada tingkat optimal sebelum memutuskan untuk go public.
"IPO saat ini masih menjadi strategi jangka panjang kami dan akan dieksekusi di waktu yang tepat. Tentunya, menyesuaikan kondisi pasar dan perusahaan," jelas Olavina.
Ia menambahkan bahwa fokus saat ini adalah menyempurnakan layanan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pengguna. Pernyataan ini mengindikasikan pendekatan yang hati-hati, di mana perusahaan ingin memastikan semua aspek operasional sudah matang sebelum menghadapi tuntutan dan ekspektasi tinggi dari publik investor.
Belajar dari Pengalaman Emiten Teknologi Sebelumnya
Rencana DANA ini tentu tidak lepas dari pengamatan terhadap dinamika pasar modal Indonesia, khususnya performa saham-saham teknologi yang telah lebih dulu melantai. Laporan dari berbagai analis pasar modal menyebutkan bahwa DANA telah mengkaji secara mendalam pengalaman perusahaan seperti Bukalapak dan GoTo. Kajian ini menjadi referensi penting untuk memahami tantangan dan volatilitas yang kerap menyertai saham sektor teknologi di bursa domestik.
Vince Iswara, CEO & Co-founder DANA, juga menyampaikan prinsip kehati-hatian yang sama. Menurutnya, IPO baru akan dipertimbangkan setelah seluruh lini bisnis dinilai matang dan perusahaan siap menghadapi dinamika pasar. Pendekatan ini mencerminkan pembelajaran dari fluktuasi harga yang dialami emiten teknologi sebelumnya, menunjukkan keinginan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.
Antrean IPO di BEI dan Komposisi Pemegang Saham DANA
Sementara itu, antrean perusahaan yang berencana melakukan IPO di BEI tercatat masih panjang. Berdasarkan data terbaru, setidaknya terdapat delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham, dengan latar belakang sektor yang beragam. Hal ini menunjukkan bahwa minat untuk go public tetap tinggi, meski DANA sendiri tampak tidak terburu-buru masuk dalam daftar tersebut dalam waktu dekat.
Di balik rencana besarnya, DANA didukung oleh struktur kepemilikan yang solid. Perusahaan ini ditopang oleh konglomerasi media dan teknologi Emtek, serta investasi strategis dari raksasa teknologi global Alibaba melalui Ant Financial. Dukungan ini tidak hanya dari sisi modal, tetapi juga transfer pengetahuan teknologi dari Alipay, yang telah menjadi fondasi sistem DANA sejak awal.
Dengan kombinasi dukungan modal yang kuat, pembelajaran dari emiten sejenis, dan fokus pada konsolidasi internal, langkah DANA menuju pasar modal memang terlihat semakin jelas. Namun, sebagaimana ditegaskan oleh jajaran manajemennya, semua akan kembali pada prinsip kesiapan dan ketepatan waktu, menunggu momen yang paling ideal bagi perusahaan dan calon investornya.
Artikel Terkait
Menteri PUPR Tegaskan Jaminan Keamanan dan Hukum untuk 141 Ribu Rumah Subsidi Meikarta
Bancassurance Kuasai 41,5% Pangsa Pasar Asuransi Jiwa hingga Kuartal III 2025
Sahroni Desak Polisi Percepat Penetapan Tersangka Kasus Anak Tewas di Sukabumi
Pemerintah Siapkan 10 Ruas Tol Baru Antisipasi 144 Juta Pemudik Lebaran 2026