Suasana di markas besar Polri tegang. Kabar itu datang dari Tual, Maluku: seorang siswa, disingkat AT, tewas diduga dianiaya oknum Brimob. Berita buruk ini langsung sampai ke meja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Reaksinya? Marah besar.
"Sama seperti apa yang dirasakan keluarga korban dan masyarakat, saya marah mendengar peristiwa ini terjadi," ucap Sigit dengan nada tegas kepada awak media, Senin (23/2/2026) lalu.
Dia tak menyembunyikan kegeramannya. "Ini jelas-jelas menodai marwah institusi Brimob yang harusnya melindungi masyarakat," tambahnya. Bagi Sigit, tindakan satu oknum ini ibarat noda hitam di tengah upaya membangun kepercayaan.
Tak lupa, belasungkawa yang mendalam disampaikannya untuk keluarga korban. Tapi ucapan duka itu diikuti tekad bulat. Sigit sudah memberi perintah khusus.
"Saya sudah perintahkan agar kasus diusut tuntas dan memastikan hukuman setimpal bagi pelaku," tegasnya. "Ini soal menegakkan keadilan bagi keluarga korban."
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.030 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Larantuka Dini Hari, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Pabrik Melamin Rp10,2 Triliun, Terbesar di Indonesia, Dibangun di KEK Gresik
Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut