Usai dari Bekasi, rombongan safari yang dipimpin Saan Mustopa langsung bergerak menuju Pondok Pesantren Annihayah di Karawang. Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Bupati Karawang, Maslani, serta sejumlah pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat mendominasi pertemuan di pesantren kedua ini.
Di sana, Saan kembali menyoroti tantangan di era globalisasi. Ia menggarisbawahi posisi strategis pesantren sebagai benteng bagi anak muda untuk menyaring derasnya arus informasi dengan bijak, sekaligus tempat pembentukan akhlak mulia.
Mencetak Generasi Emas
Harapan besar disematkan Saan Mustopa kepada seluruh santri. Ia berpesan agar mereka tidak hanya menimba ilmu agama, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menjadi agen perubahan. Santri, dalam pandangannya, memiliki potensi untuk tumbuh menjadi generasi emas yang mampu membawa kemajuan nyata bagi Indonesia di masa depan.
Rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah ini direncanakan akan berlangsung selama kurang lebih 15 hari ke depan, menyisir berbagai wilayah di Pulau Jawa. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat sinergi antara tokoh nasional, akar rumput, dan lembaga pendidikan keagamaan.
Dengan langkah ini, diharapkan pesantren tetap merasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan berbangsa dan terus didukung perannya dalam mencetak kader-kader bangsa yang unggul dan berintegritas.
Artikel Terkait
Zaskia Adya Mecca Kecewa Sidang Kasus Stafnya Ditunda Tanpa Pemberitahuan
Iran dan Oman Rencanakan Pungutan Biaya Transit di Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata
Cadangan Devisa Indonesia Turun ke US$148,2 Miliar Akibat Pembayaran Utang Luar Negeri
Perempuan Hamil Laporkan Pacar dan Keluarganya ke Polisi Usai Dijambak dan Dipukul