“Dinamika dalam partai itu wajar. Organisasi besar pasti berdinamika,” katanya.
“Yang penting adalah bagaimana dinamika itu menghasilkan soliditas, bukan perpecahan. Soliditas hanya bisa dibangun jika struktur kita kuat dan saling percaya.”
Di sisi lain, Saan kembali menegaskan komitmen Partai NasDem terhadap politik tanpa mahar. Baginya, ini adalah fondasi moral yang tak boleh goyah.
“Partai ini didirikan dengan niat yang baik. Jika hulunya bersih, maka alirannya pun akan bersih. Kita harus menjaga niat baik itu agar politik yang kita jalankan benar-benar menghadirkan kemaslahatan dan kebaikan,” ujarnya.
Peningkatan kursi legislatif dalam beberapa pemilu terakhir, diakuinya, adalah indikator kepercayaan publik yang bertambah. Namun begitu, Saan mengingatkan bahwa capaian itu bukanlah garis finish. Itu hanyalah momentum untuk memperkuat komitmen dan kerja kolektif ke depannya.
“Kepercayaan publik adalah amanah. Kita harus menjawabnya dengan konsistensi, kerja nyata, dan penguatan struktur hingga ke akar rumput,” tutupnya.
Konsolidasi ini diharapkan bisa jadi pijakan strategis. Tujuannya jelas: mematangkan kesiapan menghadapi kontestasi 2029 dan memperteguh soliditas internal partai di wilayah Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Purwakarta.
Pertemuan itu sendiri dihadiri oleh Sekjen DPP Partai NasDem beserta jajarannya, pengurus DPW Jawa Barat, dan pengurus DPD se-Dapil 7 yang mencakup tiga wilayah tadi hingga tingkat DPC. Tak ketinggalan, sejumlah anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari dapil yang sama juga hadir memadati acara.
Artikel Terkait
Zaskia Adya Mecca Kecewa Sidang Kasus Stafnya Ditunda Tanpa Pemberitahuan
Iran dan Oman Rencanakan Pungutan Biaya Transit di Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata
Cadangan Devisa Indonesia Turun ke US$148,2 Miliar Akibat Pembayaran Utang Luar Negeri
Perempuan Hamil Laporkan Pacar dan Keluarganya ke Polisi Usai Dijambak dan Dipukul