"Rumah sakit yang sebelumnya ditutup kini telah kembali dibuka untuk pelayanan umum oleh pemerintah daerah melalui koordinasi dan negosiasi dengan seluruh pihak, termasuk bersama Kemendagri,"
tambahnya.
Prosesnya sendiri berjalan cukup intens. Sehari sebelum pernyataan Ribka, yakni Jumat, Pemkab sudah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari tokoh agama, adat, perempuan, pemuda, sampai perwakilan masyarakat dan tenaga kesehatan itu sendiri. Esoknya, Sabtu, Forkopimda langsung rapat lagi dengan unsur TNI-Polri dan satgas keamanan. Poinnya jelas: pendekatan harus humanis dan fokus pada perlindungan warga sipil.
Di sisi lain, Ribka menegaskan satu hal. Stabilitas keamanan adalah fondasi mutlak. Tanpa itu, pembangunan bakal sulit berjalan. Kolaborasi antara pemda, aparat, dan masyarakatlah yang akhirnya bisa membuat tenaga kesehatan merasa cukup aman untuk kembali bertugas.
Ia juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu. Jangan gampang terprovokasi info yang tak jelas sumbernya, dan dukung kebijakan pemda setempat. Harapannya, situasi aman dan damai ini bisa betul-betul terjaga.
Kini, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Yahukimo dikabarkan telah beroperasi normal pasca mogok kerja. Ribka berharap kolaborasi yang sudah terbangun ini tak cuma sesaat. Tapi terus dipelihara demi pemulihan layanan publik yang lebih cepat, perlindungan maksimal bagi tenaga kesehatan, dan tentu saja, agar warga bisa beraktivitas dengan tenang menuju Yahukimo yang lebih damai, sehat, dan sejahtera.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.030 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Larantuka Dini Hari, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Pabrik Melamin Rp10,2 Triliun, Terbesar di Indonesia, Dibangun di KEK Gresik
Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut