Suasana di posko pengungsi Kecamatan Juli, Bireuen, Aceh, Minggu (7/12) lalu, mendadak berubah. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang sedang meninjau lokasi, menciptakan momen yang cukup hangat dan tak terduga.
Beliau berjalan mendekati dapur umum. Di sana, dua orang ibu sibuk menata nasi putih beserta lauknya ke dalam kertas nasi. Aktivitas harian itu pun sempat terhenti sejenak.
Prabowo tampak penasaran. Dengan santai, dia menyapa dan bertanya tentang menu yang sedang disiapkan.
"Apa ini lauknya?" tanya Prabowo.
"Ikan tongkol, Pak," jawab salah satu ibu dengan singkat.
Namun begitu, rasa penasarannya belum terjawab sepenuhnya. Alih-alih hanya bertanya, Prabowo justru meminta untuk mencicipi makanan yang ada. Spontan, salah satu ibu itu menyiapkan piring, mengambil nasi, dan meletakkan sepotong ikan tongkol di atasnya.
Sebelum menyantap, dia masih sempat bertanya lagi.
"Pedas ini?"
"Enggak, Pak," balas ibu tersebut.
Tanpa basa-basi lagi, Presiden pun menyantap hidangan sederhana itu. Bahkan, dia menghabiskannya sampai tak bersisa. Tapi, ada satu pertanyaan lagi yang menggelitiknya. Prabowo ingin tahu, apakah menu spesial ini dibuat khusus untuk kunjungannya, atau justru itulah makanan sehari-hari para pengungsi.
"Sama, Pak. Setiap hari," jelas sang ibu.
Jawaban singkat itu seakan menutup percakapan dengan gamblang. Momen singkat di dapur umum itu, meski sederhana, meninggalkan kesan tersendiri. Bukan sekadar kunjungan kerja, tapi juga sebuah interaksi langsung yang begitu manusiawi.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Polda NTT Bongkar 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Negara Rugi Rp10,16 Miliar