Kapolri Instruksikan Akses Prioritas Layanan BPJS di RS Polri untuk Buruh

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:40 WIB
Kapolri Instruksikan Akses Prioritas Layanan BPJS di RS Polri untuk Buruh

MURIANETWORK.COM - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk mengawal aspirasi dan perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sigit saat menghadiri tasyakuran HUT ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) 2026 di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/2/2026). Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Penasihat KSPSI, Kapolri juga menginstruksikan akses prioritas layanan kesehatan di seluruh Rumah Sakit Polri bagi para buruh.

Komitmen Polri dalam Mendengar Aspirasi Buruh

Di hadapan ribuan buruh yang memadati lokasi acara, Kapolri dengan tegas menyampaikan posisi institusinya. Suasana semakin hidup ketika pernyataannya disambut teriakan dukungan dari para peserta. Sigit menekankan bahwa perannya sebagai ketua dewan penasihat justru harus memperkuat dukungan, bukan membatasi.

"Yang jelas, Polri tetap terus akan mengawal apapun aspirasi dari rekan-rekan buruh di dalam memperjuangkan hak-hak buruh," ujarnya dengan penuh semangat. Ia kemudian menambahkan, "Jangan nanti malah lemas gara-gara angkat Kapolri jadi Ketua Dewan Penasihat terus dilarang ini-itu."

Menyikapi Dinamika Global dan Peluang Hilirisasi

Lebih jauh, Kapolri menyoroti tantangan ketenagakerjaan dalam konteks dinamika global. Dari podium tersebut, ia menjelaskan bagaimana strategi pemerintah mendorong hilirisasi untuk membangun 18 industri strategis. Langkah ini, menurutnya, bukan hanya kebijakan ekonomi, tetapi sebuah solusi nyata yang diharapkan mampu menciptakan gelombang lapangan kerja baru.

"Kita harapkan terdapat lapangan pekerjaan baru yang jumlahnya besar, sehingga ini menjadi ruang bagi teman-teman buruh untuk terus berkarya sebagai pahlawan-pahlawan devisa," imbuhnya. Namun, ia mengingatkan bahwa iklim investasi yang kondusif memerlukan kolaborasi dan keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan hak pekerja, sebuah prasyarat penting untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

Akses Kesehatan sebagai Wujud Perhatian Konkret

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar