Dengan penuh semangat, DS mengungkapkan isi paket tersebut kepada pengikutnya.
“Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris,” ujarnya.
Puncak kontroversi muncul saat DS menyampaikan pandangannya tentang kewarganegaraan untuk anak-anaknya di akhir video.
“I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” tuturnya.
Status DS dan Nilai Integritas
Menanggapi viralnya video tersebut, LPDP secara tegas menyatakan penyesalannya. Lembaga ini menilai pernyataan DS tidak mencerminkan nilai-nilai integritas dan etika yang seharusnya dijunjung oleh setiap penerima beasiswanya.
“LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa,” tulis LPDP.
Namun, dari sisi perikatan hukum, LPDP menjelaskan bahwa DS telah dinyatakan lulus pada Agustus 2017 dan telah menyelesaikan seluruh masa pengabdiannya selama lima tahun, sesuai ketentuan yang berlaku untuk masa studi dua tahun. Dengan demikian, secara formal tidak ada lagi ikatan kontrak antara DS dengan LPDP.
Meski begitu, lembaga ini menyatakan akan tetap berupaya mengkomunikasikan pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial dan mengingatkan tentang kewajiban moral untuk mengabdi kepada negeri.
Artikel Terkait
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi
Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor