Makassar - QRIS makin merajalela di Sulawesi Selatan. Itu terlihat dari jumlah pedagang yang memakainya sudah tembus 1,3 juta lebih. Mayoritas, sekitar 76,8 persen, adalah pelaku UMKM. Tren pembayaran digital ini memang terus meroket.
Fakta menarik, hampir separuh dari merchant itu tepatnya 43 persen berkumpul di Makassar. Angka ini seperti penegasan: ibukota Sulsel ini tetap jadi pusat denyut ekonomi digital di kawasan timur Indonesia.
Di sisi lain, pertumbuhan pesat QRIS ini bukan cuma angka biasa. Menurut Plt. Kepala Divisi SPPURMI BI Sulsel, Tri Adi Riyanto, ini adalah indikator kuat betapa sistem pembayaran kita sedang berakselerasi cepat ke ranah digital.
“QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas,”
Ujarnya dalam acara Bincang Bareng Media di House Rewako, Jalan Pasar Ikan, akhir pekan lalu. Acara itu mengusung tema seputar upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan stabilitas.
Kalau dilihat dari jumlah pengguna perorangan, angkanya juga naik. Tahun 2025 ini tercatat ada sekitar 1,32 juta orang yang pakai QRIS. Naik sekitar 8 persen dari tahun sebelumnya yang 1,23 juta. Artinya, adopsi masyarakat makin meluas, tidak cuma di kalangan pedagang.
Tapi yang lebih mencengangkan justru dari sisi uang yang bergerak. Nominal transaksi melalui QRIS pada 2025 mencapai Rp19,05 triliun. Bayangkan, itu melonjak drastis 84,34 persen dibanding tahun 2024 yang 'hanya' Rp10,28 triliun.
"Angka ini melonjak 84,34 persen secara tahunan dari Rp10,28 triliun pada 2024,"
lanjut Tri Adi Riyanto. Pertumbuhan yang benar-benar signifikan.
Perkembangannya tak berhenti di dalam negeri. Transaksi QRIS lintas negara ternyata memberi angin segar bagi perekonomian daerah. Malaysia adalah partner terbesar, diikuti Singapura dan Thailand.
Dengan Malaysia saja, transaksi naik 96 persen dari Rp7,4 miliar menjadi Rp13,9 miliar. Luar biasa. Sementara dengan Singapura, loncatannya dari Rp277,5 juta ke Rp1,8 miliar.
Thailand juga tak kalah. Transaksi dari negara Gajah Putih itu meroket dari angka Rp43,07 juta menjadi Rp390,4 juta. Secara total, transaksi QRIS antarnegara di 2025 mencapai Rp16,01 miliar, naik Rp7,7 miliar dari tahun sebelumnya.
Dengan data-data seperti ini, wajar jika banyak yang memprediksi QRIS bakal jadi tulang punggung sistem pembayaran digital kita. Bahkan, ia berpotensi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan. Semua bergerak cepat, dan Sulsel tampaknya tak mau ketinggalan.
Artikel Terkait
Bank Sampah Sumber Mutiara Tangerang Raih Juara I Lomba Kebersihan Kota
DPR Dorong Sinergi TVRI, RRI, dan ANTARA untuk Warisan Piala Dunia 2026
Jadwal Imsak Denpasar 21 Februari 2026 Pukul 04.46 WITA
BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Seluruh Wilayah Jabodetabek Hari Ini