“Saya baru datang di sini (Persija Jakarta), saya juga baru saja sembuh dari cedera. Jadi, saya perlu tahap demi tahap. Saya telah absen selama 3-4 bulan, jadi saya perlu bertahap. Dan, Dony tampil sangat bagus,” jelasnya.
Fokus pada Kontribusi dan Performa
Daripada berfokus pada mengejar menit bermain, Shayne lebih memilih untuk membuktikan diri setiap kali diberi kesempatan, baik di lapangan latihan maupun dalam pertandingan. Pendekatan ini menunjukkan profesionalisme dan kesadaran akan dinamika dalam sebuah skuat sepak bola profesional.
“Saya perlu menunjukkan kemampuan saya di pertandingan dan latihan. Jadi, itu normal untuk memiliki kompetisi (dengan Dony Tri),” imbuh pemain yang pernah merasakan atmosfer sepak bola Eropa di Norwegia itu.
Dengan mentalitas kompetitif yang sehat dan pengakuan terhadap performa rekan setim, Shayne Pattynama tampaknya sedang membangun fondasi yang tepat. Perjalanannya di Persija Jakarta masih panjang, dan persaingan internal yang ketat justru bisa menjadi katalis bagi peningkatan performa seluruh lini pertahanan Macan Kemayoran.
Artikel Terkait
Jadwal Salat 6 April 2026 untuk Wilayah DKI Jakarta
Menteri Pertahanan Israel Ancam Kejar dan Netralkan Pemimpin Iran
JK Bantah Tudingan Danai Gugatan Ijazah Jokowi, Siap Laporkan ke Bareskrim
Serangan Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Warga, Korban Diduga Bertambah