“Jadi kadang-kadang kalau misalnya punya pasangan, me time-nya jadi bermasalah. Gue mau ini dulu, ntar disangkanya bosen atau apa,” jelasnya dengan nada jujur.
Di sisi lain, Ariel mengaitkan kesendiriannya dengan produktivitas. Proses kreatifnya justru sering muncul saat ia sedang sendiri. “Orang itu biasanya lebih kreatif kalau lagi sendiri, nah itu tuh me time gue dulu: merenung, cari lagu, bikin lirik dan segala macam,” tutur pria yang terkenal lewat lagu ‘Separuh Aku’ itu.
Menariknya, seiring waktu, aktivitas me time-nya malah makin berkembang. Tidak cuma urusan musik. “Semakin kesini, semakin sendiri, me time gue berkembang tuh. Mulai bikin kayu, nukang, segala macam,” katanya sambil tertawa.
Menurut Ariel, semua ini berjalan natural, tanpa paksaan. Ia mengaku pernah melalui fase ingin mencari pasangan, tapi memang belum ketemu yang cocok. “Pertama kali kan, oke, baru jadi duda. Menikmati sendirian, enak banget waktu itu. Bebas mau main dan segala macam. Habis itu ada tahap nyari pacar juga, cuman enggak pas, enggak cocok. Habis itu… mulai asyik sendirian,” pungkasnya, menutup cerita.
Artikel Terkait
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Infrastruktur
Kubu Rismon Tegaskan Tudingan Libatkan JK dalam Kasus Ijazah Jokowi adalah Hoaks
SBY Usulkan Penarikan atau Pemindahan Pasukan UNIFIL Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Inter Milan Hajar AS Roma 5-2, Kokohkan Puncak Klasemen Serie A