Rabu lalu, suasana Stasiun Simpang Haru di Padang agak berbeda. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, tampak berdampingan dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi. Mereka bukan cuma bertemu, tapi bersama-sama naik kereta menuju Alai. Rombongan itu juga diisi oleh sejumlah direksi PT KAI dan pejabat daerah setempat. Perjalanan ini, rupanya, punya tujuan yang jelas: menjajal sekaligus membahas rencana commuter line untuk Kota Padang.
Menurut Andre, kunjungan lapangan ini penting untuk mematangkan perencanaan. Ia berharap kehadiran kereta komuter nantinya bisa mengurai kemacetan sekaligus mendongkrak perekonomian lokal. Optimismenya terasa jelas.
"Kita lagi mematangkan perencanaan pengembangan commuter line ini bersama Pak Gubernur, direksi KAI, dan jajaran provinsi," ujar Andre Rosiade, yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan transportasi massal yang modern dan terintegrasi di Sumatera Barat.
Di sisi lain, potensi pengembangannya dinilai sangat besar. Andre menyebut sejumlah titik seperti Indarung, Lubuk Begalung, hingga Air Tawar dan Tabing sebagai kawasan yang potensial. Gagasannya, jarak antar halte dibuat cukup rapat sekitar 1 hingga 1,5 kilometer di daerah padat agar akses masyarakat jadi lebih mudah.
"Simpang Haru juga kita dorong jadi hub utama. Nantinya, jalur dari bandara, Indarung, sampai kawasan pesisir bisa tersambung semua," jelas politisi yang juga Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Plastik, Pedagang Pasar Keluhkan Kenaikan 50%
Kemkomdigi Tegaskan Rating Usia di Steam Bukan Klasifikasi Resmi IGRS
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Infrastruktur
Kubu Rismon Tegaskan Tudingan Libatkan JK dalam Kasus Ijazah Jokowi adalah Hoaks