Platinum Award ternyata bukan satu-satunya. PAM JAYA juga berhasil masuk dalam daftar Top 100 Reports Worldwide. Bahkan, posisinya sangat mentereng: peringkat ke-9 secara global. Posisi ini menyandingkannya dengan perusahaan-perusahaan kelas atas dunia dalam hal kualitas laporan tahunan.
Masih ada satu lagi. Technical Achievement Award juga berhasil diraih. Penghargaan ini khusus diberikan atas keunggulan teknis penyajian data, desain, dan narasi yang kreatif namun tetap mudah dicerna oleh publik dan stakeholder.
Namun begitu, di balik semua prestasi gemilang ini, Arief Nasrudin justru menegaskan satu hal: perusahaan tak boleh terlena.
Tambahan motivasi, begitulah kira-kira.
Lebih Dari Sekadar Piala
LACP yang berbasis di Amerika Serikat ini memang otoritas independen yang telah menyelenggarakan kompetisi sejak 2001. Penilaiannya ketat, fokus pada kejelasan narasi, aksesibilitas informasi keuangan, kreativitas desain, dan kejelasan pesan.
Maka, keberhasilan ini bukan cuma soal apresiasi estetika belaka. Ini adalah penegasan komitmen PAM JAYA dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Laporan tahunan yang transparan, informatif, dan berstandar global adalah bentuk pertanggungjawaban publik mereka.
Intinya, dengan torehan ini, PAM JAYA membuktikan bahwa sebagai BUMD DKI Jakarta, mereka mampu bersaing. Standar pelaporannya diakui dunia. Dan yang paling penting, semua itu dilakukan untuk akuntabilitas dalam menghadirkan air bersih bagi warga ibu kota.
Artikel Terkait
Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara
Patroli Gabungan Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Pelaku Miras dan Pelanggaran Lalu Lintas
Diskon Tiket Mudik PELNI 30% Ludes Lebih Cepat, Capai 467 Ribu Penumpang
Polres Pelalawan Amankan Pelaku Pembakar Lahan Gambut Seluas 500 Hektare