Salat Tarawih umumnya dilaksanakan sebanyak delapan rakaat dengan pola salam setiap dua rakaat. Sebelum memulai, penting untuk melafalkan niat dengan khusyuk, yang lafalnya berbeda bagi imam dan makmum.
Merujuk pada sumber-sumber fikih yang mu'tabar, berikut bacaan niatnya:
Niat sebagai Imam:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Untuk makmum, lafal niatnya adalah sebagai berikut:
Niat sebagai Makmum:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Pelafalan niat ini dilakukan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram, menjadi pondasi pertama yang membedakan ibadah ini dari sekadar gerakan fisik semata. Dengan memahami tata cara dan maknanya, diharapkan setiap rakaat Tarawih yang dikerjakan dapat membawa ketenangan dan keberkahan di bulan yang mulia ini.
Artikel Terkait
Kejagung Tarik Kajari Karo dan Jaksa Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu
DPR Kecam UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina sebagai Ancaman Genosida
ANDALAN dan Jejakin Kolaborasi Restorasi Mangrove dengan Teknologi Pemantauan
Menteri Fadli Zon Resmikan Revitalisasi Museum Cipari, Wujudkan Transformasi Museum Jadi Pusat Pengalaman