PPRE Amankan Kontrak Rp870 Miliar untuk Proyek Tambang Bauksit Antam

- Minggu, 05 April 2026 | 10:50 WIB
PPRE Amankan Kontrak Rp870 Miliar untuk Proyek Tambang Bauksit Antam

PT PP Presisi (PPRE) baru saja mengamankan kontrak segar. Nilainya tak main-main, mencapai Rp870 miliar. Proyek ini berada di area pertambangan bauksit milik PT Aneka Tambang (ANTM) di Kalimantan Barat, tepatnya Kabupaten Mempawah.

Menariknya, pekerjaan besar ini tidak dikerjakan sendirian. PPRE menjalankannya lewat skema Kerja Sama Operasi (KSO), berkolaborasi dengan PT PP (Persero) Tbk dan juga PT Lancarjaya Mandiri Abadi. Sebuah langkah strategis yang patut dicermati.

Menurut Direktur Utama PP Presisi, Rizki Dianugrah, langkah ini bukan sekadar dapat proyek. Ini adalah wujud nyata strategi diversifikasi perusahaan.

"Ekspansi PPRE pada proyek pertambangan bauksit ini menjadi implementasi dari strategi perusahaan dalam melakukan diversifikasi layanan jasa penambangan di luar mineral nikel yakni bauksit," jelas Rizki dalam keterangan resmi ke BEI, Rabu (1/4/2026).

Jadi, apa saja yang akan mereka kerjakan? Ruang lingkupnya cukup luas. Mulai dari pekerjaan penambangan bauksit itu sendiri, pengangkutan material, sampai penyediaan dan pengoperasian washing plant. Rencananya, penggalian pertama atau "first cut" akan segera dimulai pada awal kuartal kedua tahun 2026.

Rizki menambahkan, proyek ini sekaligus jadi bukti nyata kemampuan PPRE. Bukan cuma sebagai penyewa alat berat biasa, tapi sebagai penyedia jasa penambangan terintegrasi dengan standar tinggi. Portofolio mereka pun kian melebar, tak hanya nikel, kini merambah ke bauksit.

Optimisme pun mengemuka. Dengan bekal tim yang sudah berpengalaman, ditambah armada alat berat yang andal, perusahaan yakin bisa memberikan hasil terbaik.

"Dengan dukungan itu, serta penerapan standar K3 dan lingkungan yang tinggi, perseroan optimistis dapat memberikan kinerja terbaik dan nilai tambah yang berkelanjutan," tutup Rizki.

Nah, tinggal tunggu eksekusinya di lapangan. Semua mata kini tertuju ke Mempawah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar