Ribuan Calon Jemaah Haji Gorontalo Mulai Bergerak Menuju Arafah untuk Wukuf

- Selasa, 26 Mei 2026 | 07:15 WIB
Ribuan Calon Jemaah Haji Gorontalo Mulai Bergerak Menuju Arafah untuk Wukuf

Ribuan calon jemaah haji asal Gorontalo yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 28 dan 30 Ujung Pandang (UPG) mulai bergerak menuju Arafah, Arab Saudi, untuk melaksanakan wukuf sebagai puncak rangkaian ibadah haji. Seluruh jemaah telah berkumpul di titik kumpul dan menaiki bus masing-masing untuk melanjutkan perjalanan menuju Padang Arafah.

Ketua Kloter 28 UPG, Alwin Toma, menyampaikan bahwa seluruh jemaah dalam kondisi sehat saat memulai pergerakan tersebut. “Alhamdulillah seluruh jemaah khususnya kloter 28 dan 30 UPG asal Gorontalo dalam keadaan sehat, mohon doanya agar seluruhnya tiba dengan selamat di Arafah,” ujarnya, Selasa, 26 Mei 2026.

Pergerakan menuju Arafah dilakukan secara serentak oleh empat kloter, termasuk 393 orang calon haji dari Kloter 28 UPG dan 393 orang dari Kloter 30 UPG. Keberangkatan dimulai pada pukul 16.30 waktu Arab Saudi (WAS) atau Senin malam waktu Indonesia.

Alwin yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone Bolango menjelaskan bahwa seluruh jemaah bergerak sesuai jadwal yang telah ditentukan, yaitu setelah salat Asar. Meski demikian, sejumlah jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan.

Pada Kloter 28, beberapa jemaah mengalami dehidrasi, termasuk di antaranya jemaah lanjut usia (lansia). Petugas kesehatan Indonesia telah menangani seluruh kasus tersebut. Sementara itu, tiga orang lansia di Kloter 30 juga mengalami kondisi serupa dan untuk sementara menjalani Safari Wukuf.

Alwin menjelaskan bahwa Safari Wukuf merupakan prosedur penanganan khusus di mana jemaah didampingi oleh petugas penyelenggara ibadah haji Indonesia selama pelaksanaan wukuf. Ia menambahkan bahwa calon jemaah tertua di Kloter 28 berusia 82 tahun, sedangkan yang termuda berusia 17 tahun. “Alhamdulillah kondisi beliau sehat. Semoga semuanya senantiasa sehat dalam lindungan Allah,” pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar