Dua Wajah Jakarta: Kemeriahan Imlek Beriring Aturan Baru Diskotek Saat Ramadhan

- Rabu, 18 Februari 2026 | 08:45 WIB
Dua Wajah Jakarta: Kemeriahan Imlek Beriring Aturan Baru Diskotek Saat Ramadhan

Selasa kemarin, Jakarta tampak punya dua wajah. Di satu sisi, kemeriahan Imlek masih terasa hangat di udara. Di sisi lain, ada juga kabar soal aturan baru yang bakal mengubah ritme malam kota selama Ramadhan nanti. Intinya, hari itu penuh warna.

Nah, dari sekian banyak kejadian, ada beberapa cerita yang menarik buat disimak ulang.

Biokong Berhati Lembut di Vihara Setiabudi

Suasana di Vihara Amurva Bhumi, Setiabudi, khidmat seperti biasa. Umat silih berganti bersembahyang merayakan Imlek. Tapi siapa sangka, di balik kelancaran acara ada sosok pengurus harian atau Biokong yang unik. Namanya Zaini Arifin. Yang bikin menarik, pria ini seorang Muslim dan sudah mengabdi di vihara itu selama lima belas tahun lamanya. Sebuah teladan kerukunan yang nyata.

TMII Dihias Rona Merah Festival Pecinan

Gak cuma di pusat kota, kemeriahan Imlek juga merambah Taman Mini Indonesia Indah. Dari tanggal 14 sampai 17 Februari, Festival Pecinan digelar dengan berbagai acara budaya Tionghoa.

"Pekan Imlek di Taman Mini kami mulai dari tanggal 14 sampai 17 Februari 2026. Dalam rangka perayaan ini, kami menyelenggarakan berbagai acara yang berkaitan dengan budaya Tionghoa dan perayaan Imlek," jelas Suherman Asrat, Park Management Group Head TMII.

Jadi, suasana tradisional betul-betul terasa di sana.

Aturan Baru: Diskotek Tutup Lebih Lama Saat Ramadhan

Nah, ini kabar buat penggemar kehidupan malam. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru aja mengeluarkan aturan yang mewajibkan kelab malam, diskotek, dan sejenisnya untuk tutup. Masa penutupannya mulai satu hari sebelum Ramadhan hingga sehari setelah lebaran hari kedua. Cukup lama, ya.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar