Jalan menuju babak 16 besar kini terasa berat. Atalanta harus menang dengan selisih minimal dua gol saat menjamu Dortmund di Gewiss Stadium, Bergamo, pada 25 Februari mendatang. Namun, Palladino tampak tidak kehilangan keyakinan. Dukungan penuh dari La Dea, sebutan untuk Atalanta, dinilainya akan menjadi faktor penentu.
"Ini baru babak pertama, babak kedua akan dimainkan di kandang kami sendiri. Sama seperti mereka menyarangkan dua gol ke gawang kami malam ini, kami juga bisa melakukan hal yang sama di Bergamo," tegasnya dengan nada optimistis.
Ia juga mengambil pelajaran dari efisiensi mematikan Dortmund yang mencetak dua gol hanya dari dua tembakan tepat sasaran. "Kami harus berpikir positif. Impian kami adalah lolos, dan jika kami tidak berhasil, kami akan tahu kami telah memberikan segalanya," lanjut Palladino, menutup pernyataannya dengan semangat pantang menyerah.
Klarifikasi Insiden dengan Nico Kovac
Pertandingan malam itu ditutup dengan insiden kecil, di mana Palladino langsung meninggalkan lapangan tanpa berjabat tangan dengan pelatih Dortmund, Nico Kovac. Sang pelatih kemudian memberikan klarifikasi bahwa tindakannya dipicu oleh sikap protes berlebihan dari staf lawan di sisi lapangan selama pertandingan berlangsung.
"Saya tidak suka dengan protes-protes mereka, mereka mengeluh untuk setiap hal kecil di pinggir lapangan. Saya mencoba membiarkan wasit melakukan tugasnya, dalam suka maupun duka, jadi saya hanya mengatakan kepadanya bahwa dia seharusnya membiarkan wasit bekerja," ungkap Palladino menjelaskan sikapnya.
Kini, tugas berat menanti tim asal Italia itu. Mereka harus memulihkan kondisi fisik dan mental dalam waktu singkat untuk membalikkan defisit dan mempertahankan asa melangkah lebih jauh di Liga Champions. Suasana di Bergamo pekan depan dipastikan akan berlangsung panas dan penuh tensi.
Artikel Terkait
Iran Eksekusi Dua Anggota MEK, Lanjutkan Gelombang Hukuman Mati
Dua Wanita Berkelahi di Jalan Parepare, Diduga Perebutan Pria
Paus Leo XIV Pimpin Via Crucis dengan Memikul Salib di Koloseum, Tiru Tradisi Yohanes Paulus II
Jokowi Ungkap Percakapan dengan Pemimpin UEA soal Ketidakpastian Akhir Perang dan Harga Minyak