Rangkaian Perayaan yang Inklusif
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan serangkaian acara bertajuk Perayaan Imlek Jakarta 2026. Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari 12 hingga 17 Februari 2026, dengan penutupan pada 3 Maret 2026 ini, dirancang untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Festival Imlek Jakarta, Lomba Dekorasi Imlek, Jakarta Light Festival – Chinese New Year Edition, hingga Festival Cap Go Meh akan menghiasi ibu kota.
Rano Karno menjelaskan bahwa rangkaian acara ini sengaja dihadirkan sebagai ruang kebersamaan yang inklusif. “Identitas dan budaya warga Tionghoa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Jakarta. Karena itu, perayaan ini menjadi milik kita bersama,” tuturnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi budaya Tionghoa yang telah menyatu dalam mozaik kehidupan Jakarta. Dengan pendekatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga penguatan kohesi sosial di ibu kota.
Artikel Terkait
Banjir Demak Rendam 8 Desa, 2.839 Warga Mengungsi Akibat Tanggul Jebol
Iran Ancam Serang Pangkalan AS dan Sekutu di Teluk Jika Pasukan Tak Ditarik
Perwira Polisi di Jambi Didemosi Usai Kurir Sabu 58 Kg Kabur dari Ruang Penyidikan
Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis untuk Dorong Olahraga Keluarga