MURIANETWORK.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama perayaan hari besar keagamaan, termasuk Imlek. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat memantau langsung perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (tanggal). Pemantauan ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah dalam menjaga situasi yang kondusif dan memperkuat toleransi di tengah masyarakat ibu kota yang majemuk.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Dalam kunjungannya, Rano Karno menekankan bahwa agenda monitoring seperti ini memiliki makna yang mendalam, jauh melampaui sekadar acara seremonial. Menurutnya, kegiatan semacam ini adalah jembatan penting yang mempererat hubungan antara pemerintah dengan warga. Silaturahmi dengan para pengurus kelenteng dan masyarakat setempat ia pandang sebagai momentum berharga untuk membangun dan merawat kebersamaan.
“Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan yang terus dijaga, kita dapat memperkuat persatuan serta menjaga keharmonisan Jakarta sebagai kota yang majemuk,” ujarnya.
Rangkaian Perayaan yang Inklusif
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan serangkaian acara bertajuk Perayaan Imlek Jakarta 2026. Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari 12 hingga 17 Februari 2026, dengan penutupan pada 3 Maret 2026 ini, dirancang untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Festival Imlek Jakarta, Lomba Dekorasi Imlek, Jakarta Light Festival – Chinese New Year Edition, hingga Festival Cap Go Meh akan menghiasi ibu kota.
Rano Karno menjelaskan bahwa rangkaian acara ini sengaja dihadirkan sebagai ruang kebersamaan yang inklusif. “Identitas dan budaya warga Tionghoa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Jakarta. Karena itu, perayaan ini menjadi milik kita bersama,” tuturnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi budaya Tionghoa yang telah menyatu dalam mozaik kehidupan Jakarta. Dengan pendekatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga penguatan kohesi sosial di ibu kota.
Artikel Terkait
Kapolres Bogor Ancam Tindak Tegas Tawuran Berkedok Sahur On The Road
Warga China Dikeroyok Massa Usai Tabrak Motor Parkir di Palu
Korban Longsor Pidie Jaya Siap Sambut Ramadan di Pengungsian
Wamenag Tegaskan Larangan Sweeping dan Ajak Saling Hormati Saat Ramadan