TVRINews, Aceh Tengah
Bencana memang sudah berlalu, tapi bekasnya masih terasa. Di Aceh Tengah, sejumlah sekolah sempat lumpuh diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Kabar baiknya, kini proses pemulihan mulai terlihat. Personel TNI AD memastikan, sekolah-sekolah yang rusak itu sudah diperbaiki dan siap dipakai lagi.
Ambil contoh SMPN 26 Takengon di Desa Reje Payung. Sekolah itu, Sabtu lalu (14/2/2026), akhirnya bersih dari tumpukan material lumpur dan kayu. Setelah berhari-hari tertimbun, ruang-ruang kelas kini bisa kembali diisi suara siswa.
Melalui Bati Tuud Koramil 05/Linge Serka M.T Hasibuan, Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita mengungkapkan, kerusakan di SMPN 26 termasuk parah.
“Sebanyak enam unit bangunan sekolah terdampak langsung, termasuk gedung dewan guru, ruang belajar siswa, perpustakaan, mess sekolah, serta rumah guru. Secara keseluruhan, ada 10 ruangan yang harus dibersihkan dari lumpur dan sisa material kayu,” jelas Herman, Selasa (17/2/2026).
Menurut penuturannya, ketinggian endapan lumpur dan kayu yang menimbun bangunan sempat mencapai 50 hingga 70 sentimeter. Wajar saja kalau aktivitas belajar terpaksa dihentikan.
Namun begitu, upaya pembersihan yang digarap sejak 19 Januari lalu akhirnya tuntas juga. Herman menyebut prosesnya kini mencapai 100 persen. Seluruh ruangan sudah bebas lumpur.
Artikel Terkait
TRIS Siap Ekspansi Global, Manfaatkan Perjanjian Dagang dan Kinerja 2025 yang Solid
Pelatih Arema Ungkap Alasan Taktik Bertahan Ketat Usai Imbang Lawan Malut United
Bareskrim Blokir 80 Rekening dan Periksa 90 Saksi dalam Kasus Dugaan Penipuan PT DSI Rp 2,4 Triliun
Satria Muda Pertamina Bandung Tumbangkan Rajawali Medan dalam Drama Tipis 89-87