“Dinding bagian dalam dan luar gedung telah dibersihkan, dan area lingkungan sekolah juga sudah dirapikan,” katanya.
Pekerjaan berat ini tak dikerjakan sendirian. Ada empat personel Kodim setempat, ditambah 20 personel Yonif TP 854/DK yang dipimpin Sertu Oein Zulkarnain. Lima warga sekitar juga turun tangan bergotong royong.
Jalan mereka tentu tidak mulus. Herman mengakui tim sempat menghadapi kendala serius. Banyaknya batang kayu sisa banjir, lumpur yang mengeras, kurangnya air bersih, plus perlengkapan kerja yang terbatas sempat memperlambat pekerjaan.
Tapi rupanya, semua itu bisa diatasi. “Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama di lapangan,” imbuhnya.
Meski bangunan sudah bersih, masih ada sedikit pekerjaan tersisa. Rehabilitasi ringan seperti pengecatan ulang gedung masih akan dilakukan. Tujuannya jelas: agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal secepatnya.
Upaya ini bukan cuma soal membersihkan bangunan. Lebih dari itu, ini bagian dari komitmen TNI untuk mendukung pemulihan fasilitas publik pascabencana khususnya di sektor pendidikan Aceh Tengah. Setelah trauma, harapan pun mulai dibangun kembali, dimulai dari ruang-ruang kelas yang kembali terang.
Penulis: Ridho Dwi Putranto
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka Akibat Ledakan di Lebanon Selatan
TRIS Siap Ekspansi Global, Manfaatkan Perjanjian Dagang dan Kinerja 2025 yang Solid
Pelatih Arema Ungkap Alasan Taktik Bertahan Ketat Usai Imbang Lawan Malut United
Bareskrim Blokir 80 Rekening dan Periksa 90 Saksi dalam Kasus Dugaan Penipuan PT DSI Rp 2,4 Triliun