Sementara itu, YA dikenal oleh sejumlah warga sebagai remaja yang kerap menunjukkan kenakalan, meski sebelumnya dianggap masih dalam batas wajar. Riwayat pendidikannya pun tidak mulus.
"Sempat dikeluarkan kurang-lebih 1 tahunan. Tapi aktif masuk sekolah lagi," jelas Uce Saepurohman mengenai YA.
Penemuan Korban dan Motif Kejahatan
Jasad ZAAQ pertama kali ditemukan oleh sekelompok warga yang kebetulan sedang melakukan siaran langsung melalui platform TikTok di lokasi kejadian perkara. Temuan mengerikan itu langsung dilaporkan kepada pihak berwajib. Penyidikan yang dilakukan Polres Bandung Barat kemudian berhasil mengungkap alasan di balik tindak kekerasan tersebut. Motif utamanya adalah dendam yang dipendam oleh pelaku utama, YA, terhadap korban.
Kasus ini kini masih dalam proses hukum yang lebih mendalam. Masyarakat setempat berharap proses peradilan berjalan dengan transparan, sambil berduka atas hilangnya nyawa seorang anak muda yang seharusnya masih menempuh masa depan.
Artikel Terkait
Dendam Tetangga Terungkap sebagai Dalang Penyiraman Air Keras di Bekasi
Kepala Layanan Medis Iran Konfirmasi 24 Petugas Kesehatan Gugur dalam Konflik
Gubernur Sulsel Resmikan Kerja Sama PSEL Rp 3 Triliun di Makassar
Debt Collector Tewas Ditikam Saat Tarik Mobil di Baturaja, Pelaku Menyerahkan Diri