Namun, beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, puluhan warga mulai merasakan gangguan kesehatan. Gejala seperti mual, muntah-muntah, dan diare dilaporkan berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin sore, mendorong pihak keluarga untuk membawa sembilan korban dengan kondisi terparah ke fasilitas kesehatan.
Penyelidikan Awal
Kapolsek Loano, Iptu Utomo, mengonfirmasi kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa insiden bermula dari acara tradisi yang berujung pada dugaan keracunan massal.
"Itu acara ruwahan, selamatan menjelang Ramadan. Kemudian tuan rumah pesan makanan di salah satu rumah makan di Purworejo, kemudian makanan itu dibagikan kepada warga yang ikut selamatan itu," jelas Utomo.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dan titik kritis kontaminasi pada makanan tersebut. Tim kesehatan setempat juga telah diarahkan untuk memantau perkembangan kondisi korban dan melakukan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Artikel Terkait
Dispora DKI Tegaskan Lapangan Maroedja Sport Park Gratis, Tak Ada Pungutan Liar
Ketua MPR Sampaikan Salam Presiden Prabowo untuk Tokoh dan Ulama di Yogyakarta
Iduladha 2026 Diprediksi 27 Mei, Berpotensi Ciptakan Libur Panjang
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah