Ia lalu menyebut bonus demografi, sumber daya alam melimpah, dan pasar domestik yang besar sebagai modal kuat. “Tinggal bagaimana kebijakan terus konsisten dan berpihak pada pertumbuhan jangka panjang,” tambahnya.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan 2026 tetap solid dengan inflasi yang terkendali. Stabilitas harga dan nilai tukar ini, menurut Bamsoet, memberi ruang bagi dunia usaha untuk berekspansi. Pemerintah juga disebutnya terus mendorong hilirisasi lewat koordinasi lintas kementerian, agar transformasi ekonomi berjalan terstruktur.
Namun begitu, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tinggi itu harus berkualitas dan merata. “Kita ingin industri berkembang, lapangan kerja terbuka luas, daya beli masyarakat meningkat, dan daerah-daerah ikut menikmati hasil pembangunan,” pungkas Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.
Dengan arah kebijakan yang jelas dan dukungan semua pihak, Bamsoet meyakini Indonesia sedang bersiap untuk ‘take off’ menuju ekonomi maju.
Artikel Terkait
Red Hat dan Google Cloud Pererat Integrasi untuk Modernisasi Aplikasi
Jalan Salib Katedral Jakarta: Para Pemain Rasakan Perjalanan Spiritual Mendalam
Mega Career Expo 2026 Kembali Digelar di Jakarta, Buka Ribuan Lowongan
Satu Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang