Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari arahan Presiden untuk memastikan kehadiran negara dalam penanganan bencana berjalan optimal. Upaya pemulihan tidak berhenti pada bantuan sembako.
"Lebih dari 40 ribu warga terdampak bencana yang akan menerima manfaat dari bantuan tersebut," tambahnya, memberikan gambaran tentang skala penyaluran yang dilakukan.
Kolaborasi untuk Pemulihan Jangka Panjang
Penanganan pascabencana, menurut Kapolri, juga mencakup program pemulihan infrastruktur dan tempat tinggal. Hal ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak untuk dampak yang lebih menyeluruh.
"Kami juga melakukan pemulihan dengan membangun hunian sementara dan hunian tetap, berkolaborasi dengan TNI serta lembaga terkait lainnya," jelasnya.
Pendekatan kolaboratif ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, yang turut hadir. Ia menilai langkah Polri penting untuk mengembalikan denyut kehidupan dan perekonomian di daerah terdampak.
"Ada juga pembangunan jembatan sehingga daerah yang sebelumnya terputus dapat kembali terhubung, dan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah tersebut," ungkapnya.
Dengan demikian, rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Medan ini tidak hanya berupa respons tanggap darurat, tetapi juga menjadi titik awal bagi fase pemulihan yang lebih terstruktur dan terintegrasi, mengedepankan aspek kemanusiaan dan kebersamaan.
Artikel Terkait
Pelatih Bulgaria Puji Kecepatan Herdman Bentuk Timnas Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Penghematan Besar-besaran Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Anak Diduga Stres Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Banyuwangi
Presiden Iran Siap Hentikan Perang dengan Syarat Jaminan Tak Ada Agresi Lagi