MURIANETWORK.COM - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo secara langsung melepas pengiriman bantuan sosial untuk korban bencana di Sumatera dari Markas Polda Sumatera Utara, Medan, pada Sabtu (15 Maret 2025). Sebanyak 22 kontainer berisi beragam kebutuhan pokok akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna menjangkau lebih dari 40 ribu penerima manfaat.
Distribusi Bantuan Menjangkau Titik Terdampak
Rangkaian truk kontainer yang dilepas itu mengangkut berbagai bantuan konkret, mulai dari makanan siap saji, bahan makanan pokok, pakaian, hingga obat-obatan. Bantuan ini dirancang untuk disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan spesifik masyarakat di lokasi bencana.
Kapolri menjelaskan bahwa distribusi akan difokuskan pada sejumlah titik di tiga provinsi. "Hari ini, kami memberangkatkan sebanyak 22 kontainer untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujarnya.
Rincian titik penyaluran mencakup sejumlah Polres di Aceh, seperti Aceh Tenggara, Gayo Lues, Nagan Raya, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa, serta markas Polda di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Dari titik-titik tersebut, personel di lapangan akan melanjutkan penyaluran hingga ke tangan warga yang membutuhkan.
Lebih dari Sekadar Bantuan Darurat
Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan bahwa bantuan sosial ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memulihkan kehidupan warga. Ia menyatakan harapannya agar bantuan ini dapat meringankan beban korban.
"Kami berharap bantuan sosial ini menjadi bagian dari upaya untuk terus memperhatikan masyarakat yang terdampak bencana," kata Listyo Sigit Prabowo.
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari arahan Presiden untuk memastikan kehadiran negara dalam penanganan bencana berjalan optimal. Upaya pemulihan tidak berhenti pada bantuan sembako.
"Lebih dari 40 ribu warga terdampak bencana yang akan menerima manfaat dari bantuan tersebut," tambahnya, memberikan gambaran tentang skala penyaluran yang dilakukan.
Kolaborasi untuk Pemulihan Jangka Panjang
Penanganan pascabencana, menurut Kapolri, juga mencakup program pemulihan infrastruktur dan tempat tinggal. Hal ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak untuk dampak yang lebih menyeluruh.
"Kami juga melakukan pemulihan dengan membangun hunian sementara dan hunian tetap, berkolaborasi dengan TNI serta lembaga terkait lainnya," jelasnya.
Pendekatan kolaboratif ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, yang turut hadir. Ia menilai langkah Polri penting untuk mengembalikan denyut kehidupan dan perekonomian di daerah terdampak.
"Ada juga pembangunan jembatan sehingga daerah yang sebelumnya terputus dapat kembali terhubung, dan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah tersebut," ungkapnya.
Dengan demikian, rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Medan ini tidak hanya berupa respons tanggap darurat, tetapi juga menjadi titik awal bagi fase pemulihan yang lebih terstruktur dan terintegrasi, mengedepankan aspek kemanusiaan dan kebersamaan.
Artikel Terkait
Tiga Warung Makan di Simpang Stasiun Bukittinggi Hangus Terbakar
Kebakaran Lahan Gambut di Bengkalis Masih Berkobar, Tim Gabungan Hadapi Cuaca Ekstrem
Polresta Pati Bangun Jembatan Darurat dan Permanen untuk Warga Dukuh Bongkar yang Terisolasi
Puluhan Santri Ponpes di Ngawi Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis