Bagi warga Dukuh Bongkar di Pati, perjalanan ke balai desa akhir-akhir ini bukan perkara mudah. Akses utama mereka terputus total sejak awal Februari lalu, ketika banjir bandang menerjang kawasan itu. Sekitar seratus keluarga, atau kira-kira tiga ratus jiwa, sempat terisolasi. Mau tak mau, mereka harus memutar jauh sekitar 20 kilometer lewat Kecamatan Margoyoso atau menyusuri Desa Cabak dan Tegalarum. Situasi yang melelahkan, tentu saja.
Namun begitu, ada angin segar yang datang. Polresta Pati kini tengah membangun jembatan baru untuk menggantikan akses yang hilang itu. Lokasinya di Desa Klumpit, Kecamatan Tlogowungu. Ini jadi kabar baik setelah sekian lama warga berjuang dengan keterbatasan.
Sambil menunggu jembatan permanen selesai, aktivitas warga tidak boleh mandek. Makanya, Polresta Pati bersama TNI dan masyarakat setempat bergotong royong. Mereka membikin jembatan darurat dari bahan bambu. Jembatan sementara ini jadi penopang mobilitas sehari-hari, biar arus kehidupan tetap jalan.
Nah, untuk jembatan permanennya sendiri, target penyelesaiannya sekitar tiga bulan ke depan. Yang jelas, kehadiran jembatan ini diharapkan bukan cuma sekadar menyambung jalan. Lebih dari itu, ia diharapkan bisa menggeliatkan kembali perekonomian warga Dukuh Bongkar yang sempat terhambat. Sebuah penghubung yang membawa harapan baru.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026
Hegseth Peringatkan China Soal Pengaruh di Asia Tenggara, AS Tegaskan Tak Ingin Konfrontasi
MPR RI Ajak Generasi Z Banten Perkuat Nasionalisme Lewat Lomba Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera
Polres Cianjur Berlakukan Sistem Satu Arah di Jalur Puncak Antisipasi Lonjakan Kendaraan Selama Libur Panjang